Ini Resep Waskita Karya Bisa Bertahan Lama Garap Proyek di Luar Negeri

Ini Resep Waskita Karya Bisa Bertahan Lama Garap Proyek di Luar Negeri

- detikFinance
Jumat, 30 Mei 2014 10:46 WIB
Ini Resep Waskita Karya Bisa Bertahan Lama Garap Proyek di Luar Negeri
Jakarta - Sudah 7 tahun PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dipercaya menggarap proyek konstruksi di negara-negara Timur Tengah. Waskita bertindak sebagai sub kontraktor sedangkan pemberi kerja atau kontraktor utama adalah Bin Laden Group.

Apa rahasia BUMN asal Indonesia ini bisa dipercaya dalam waktu lama di luar negeri?

Direktur Utama Waskita M. Choliq menerangkan, kunci sukses yang dipertahankan perseroan adalah bekerja dengan disiplin dan metode kerja khusus. Hal ini yang kemudian membuat Bin Laden Group senantiasa mempercayakan pekerjaan kontruksi kepada BUMN yang pernah mengalami persoalan keuangan tersebut.

"Jadi, Waskita menjadi sub kontraktor Bin Laden Group. Kita punya keunggulan metode kerja dan disiplin dibandingkan negara lain. Pekerja kita nggak buat ulah dan pekerjaan kita nggak kalah bagus. Maka mereka pilih kita," papar Choliq kepada detikFinance, Jumat (30/5/2014).

Choliq menambahkan, beberapa BUMN karya lainnya asal Indonesia juga pernah menggarap proyek konstruksi di Timur Tengah. Namun BUMN tersebut tidak bertahan lama.

"PT PP pernah ikut Bin Laden, Adhi Karya juga pernah masuk ke Saudi," ungkapnya.

Belajar dari rekan sesama BUMN karya dan pengalaman beberapa tahun menjadi sub kontraktor Bin Laden Group, Waskita selalu memperhatikan aspek legal dalam setiap kerjasama. Mekanisme ini yang dipelajari Waskita selama menjadi kontraktor internasional.

"Menurut kami, kita punya budaya kurang baik yakni tidak disiplin di legal aspect karena dulu BUMN karya kan anaknya Kementerian PU. Dimiliki PU dan dikasih pekerjaan oleh PU sehingga hubungan kerja nggak zakelijk (tetap) dan nggak sesuai hukum," tutur Choliq.

Pola kerja seperti itu, lanjut Choliq, sulit untuk diterapkan ketika bekerja di luar negeri. "Tetap harus ada hitam di atas putihnya seperti apa. Project pasti ada perubahan dalam perjalanannya. Setiap perubahan harus di-back up dengan aspek legal," terangnya.

Choliq menerangkan porsi perolehan Waskita dari proyek internasional memang terbilang masih kecil. Perolehan proyek internasional berkisar Rp 300-500 miliar per tahunnya, dibandingkan total perolehan kontrak Waskita yang mencapai sekitar Rp 10 triliun.

"Tujannya memang sarana belajar bagi SDM Waskita bagaimana menjadi kontraktor di luar negeri. Selain itu, untuk menjadi kontraktor kelas internasional, kita perlu belajar agar jangan kejeblos," ujarnya.

 
(feb/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads