Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapat porsi pemotongan terbesar, yaitu mencapai Rp 22,7 triliun. Menurut Djoko Kirmanto, Menteri PU, akan ada sejumlah proyek yang terkena dampak dari kebijakan ini.
"Hari ini masih akan dibahas. Tapi kalau memang harus dipotong, ya dipotong. Artinya target terpaksa ada beberapa yang harus digeser menjadi tahun depan," kata Djoko usai menghadiri peresmian ruas Bogor Ring Road seksi II A di Bogor, Jumat (30/5/2014).
Djoko tidak merinci secara proyek apa saja yang berpotensi dikorbankan akibat pemotongan anggaran tersebut. "Semua. Ada jalan, irigasi, ada pembuatan waduk, dan lain-lain," ujarnnya.
Djoko pun menyebutkan, pemotongan anggaran ini nantinya bukan hanya meliputi proyek-proyek yang masih dalam perencanaan. Namun juga seluruh proyek yang telah melalui tahap penandatanganan kontrak.
"Jadi kalau bisa dihemat lagi, dikurangi. Kalau tidak bisa, ya yang sudah terkontrak pun harus kita potong. Tapi kita pilih yang kira-kira tidak mengganggu progress ke depan," paparnya.
Djoko sendiri menyebutkan pemotongan anggaran proyek ini sulit dielakkan lantaran hal tersebut telah menjadi keputusan kepala negara yang mengikat seluruh menterinya. "Kalau itu sudah putusan negara, semua harus terima. Tapi sekarang ini masih akan dibahas kembali," katanya.










































