"Semua isu-isu terkait dengan concern dari DPR dan pemerintah telah dilaporkan ke presiden. Beliau juga menyampaikan petunjuknya secara tepat untuk dilaksanakan para menteri," ujar CT di Istana Cipanas, Jawa Barat, Jumat (30/5/2014).
CT berharap agar pembahasan antara eksekutif dengan legislatif bisa bekerjasama dengan baik. "Kita berharap kerjasama yang lebih baik antara pemerintah dan DPR agar segera diselesaikan," ucapnya.
Menkeu Chatib Basri mengatakan poin penting RAPBN-P yang disampaikan ke presiden ialah terkait program penghematan anggaran dan subsidi. Chatib mengatakan pada 3 Juni pihaknya akan kembali membahas RAPBNP bersama DPR.
"Dalam rapat tadi sudah dibicarakan semua opsi. Mulai dari penghematan, subsidi energi, dan listrik nanti akan kami sampaikan ke Banggar (Badan Anggaran) DPR," ucapnya.
Berikut adalah postur singkat RAPBN-P 2014 yang diajukan pemerintah:
- Penerimaan negara: Rp 1.597,7 triliun.
- Belanja negara: Rp 1.849,4 triliun.
- Defisit: Rp 251,7 triliun (2,5% PDB).
RAPBN-P 2014 disusun berdasarkan asumsi makro sebagai berikut:
- Pertumbuhan ekonomi 5,5%.
- Inflasi 5,3%.
- Nilai tukar rupiah Rp 11.700 per dolar AS.
- Tingkat bunga SPN 3 bulan rata-rata 6%.
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 105 per barel.
- Lifting minyak 818.000 barel per hari.
- Lifting gas 1,224 juta barel setara minyak per hari.
Β
(rvk/hds)











































