Pemerintah dan pebisnis Spanyol yang selama ini lebih banyak fokus ke Amerika Selatan, kini melihat ke timur. Ada dana investasi USD 640 miliar. Indonesia harus memanfaatkan peluang ini.
Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Yuli Mumpuni Widarso kepada detikfinance, seusai seminar Infrastructure-construction Business and Investment Opportunities di Barcelona baru-baru ini.
"Kita beruntung momentumnya bagus, mereka punya look east policy (kebijakan melihat ke timur, red), kita juga punya MP3EI dan ASEAN Connectivity yang menjadi daya tarik," ujar Dubes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah punya modal take off yaitu MP3EI dan ini sudah diketahui dengan baik oleh pihak pemerintah Spanyol, hanya saja swasta Spanyol belum banyak mengetahui," imbuh Dubes.
Oleh sebab itu, lanjut Dubes, seminar Indonesia: Infrastructure-Construction Business and Investment Opportunities digelar di Barcelona pada Jumat (23/5/2014) sebagai salah satu upaya untuk menjelaskan peluang investasi infrastruktur di Indonesia.
Seminar hasil kerjasama KBRI Madrid, Casa Asia Kemlu Spanyol, dan Cambra de Comerc de Barcelona ini menghadirkan narasumber dari PT Kereta Api Indonesia, PT Wika, PT Jasa Marga, PT Pelindo II, BKPM dan Badan Pengembangan Jalan Tol.
Sebelumnya seminar serupa telah digelar di Madrid, ibukota Spanyol. Menurut Dubes, banyak yang berminat dan ingin mengetahui, misalnya proses tender investasi dengan skema Public Private Partnership (PPP) di Indonesia itu seperti apa.
Dalam kesempatan one on one meeting, PT KAI mendapatkan sebanyak 5 perusahaan Spanyol untuk bicara, Pelindo menerima 5 perusahaan, Jasamarga ada 7 perusahaan, Wika 5 perusahaan.
"Dan menurut laporan lisan yang saya terima, mereka semua akan ke Indonesia untuk melihat langsung, bahkan ada yang sudah sampai di Singapura pekan depan akan langsung ke Indonesia," demikian Dubes.
Bilateral Mendukung
Dubes Yuli Mumpuni Widarso, diplomat wanita karir Kemlu RI, melanjutkan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Spanyol saat ini sangat mendukung bagi peluang-peluang kerjasama untuk kepentingan kedua negara.
"Hubungan kita dengan Spanyol saat ini excellent, sangat istimewa. Saya juga sangat bersyukur bahwa saya tidak memulai dari nol di sini, semuanya sudah jalan bagus," papar Dubes.
Hanya saja, imbuh Dubes, pemahaman masyarakat Spanyol terhadap potensi Indonesia memang masih sangat terbatas.
"Contohnya ada perusahaan infrastruktur Spanyol mengatakan bahwa mereka sudah berpartisipasi dalam berbagai proyek di lebih dari 70 negara, tapi tidak tahu Indonesia, bahwa Indonesia punya MP3EI, apalagi itu menjadi bagian dari ASEAN Connectivity Agenda. Jadi dengan seminar ini mereka merasa mendapatkan informasi dan dukungan yang bagus sekali," terang Dubes.
Menurut Dubes, peluangnya bagi Indonesia juga cukup menjanjikan, karena pemerintah Spanyol sendiri yang mendorong untuk melirik Indonesia.
"Situasinya bak gayung bersambut. Ketika saya melakukan pertemuan dengan Raja (Juan Carlos I, red), Raja menyinggung mengenai potensi Spanyol. Saya juga menyampaikan apa saja potensi Indonesia. Jadi Spanyol-Indonesia bisa saling melengkapi," cetus Dubes, yang pernah memimpin perwakilan RI di Aljir ini.
Raja, lanjut Dubes, juga menjelaskan bahwa Spanyol telah membentuk Marca Espana, untuk mendorong perusahaan-perusahaan Spanyol go international, terutama di sektor konstruksi dan infrastuktur.
"Saya mengatakan bahwa kami sedang menjajagi apa yang bisa kami lakukan dalam waktu cepat. Jadi, kegiatan ini untuk menyambut pendekatan mereka sektor mana saja yang mereka unggul dan kita juga unggul. Mudah-mudahan itu semua bisa konkrit," pungkas Dubes.
(es/es)











































