Proyek ini digarap dan diusulkan oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Untuk pengembangan dan pembiayaan monorel, Adhi Karya menggandeng konsorsium BUMN.
Proyek monorel yang dikembangkan antara lain kereta monorel penumpang Jabodetabek (Jakarta Link Transportation), kereta monorel angkutan kontainer atau Automated Container Transporter (ACT) di Pelabuhan Tanjung Perak dan kereta monorel bandara atau Automatic People Mover System (APMS) di Bandara Soekarno Hatta.
"Kita mengembangkan 3 tipe monorel. Tapi yang dalam waktu dekat bisa dimulai adalah APMS," kata Corporate Secretary Adhi Karya, M. Aprindy kepada detikFinance Senin (2/6/2014).
Untuk proyek monorel Jabodetabek, Adhi Karya akan membangun monorel dari pusat pemukiman dan semburan kendaraan menuju daerah Jakarta. Monorel fase I sepanjang 39,03 kilometer (km) akan dibangun dari Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang dan dari Cawang dibawa ke Kuningan di Jakarta Selatan.
Di sini, monorel Jabodetabek akan terhubung dengan monorel dalam kota. Untuk proyek ini, Adhi Karya merancang kereta yang mampu membawa penumpang hingga 450.000 per hari.
Namun proyek ini sedikit tertunda karena masih menunggu peraturan presiden penugasan sebagai payung hukum meskipun proyek tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Cibubur dan Bekasi Timur dari hasil studi merupakan pusat semburan kendaraan ke kota Jakarta. Itu kita stop dan dialihkan menggunakan monorel," jelasnya.
Proyek monorel lainnya adalah pengembangan kereta monorel di Bandara Soetta Cengkareng. Adhi Karya menggandeng PT Angkasa Pura II (Persero) mengembangkan monorel yang direncanakan menghubungkan antar terminal tersebut.
Monorel lainnya adalah Automated Container Transporter. Monorel tipe ini dikembangkan untuk angkutan kontainer atau kereta barang. Kereta monorel tersebut menghubungkan Terminal Teluk Lamong dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Untuk pengembangan ini, Adhi Karya sebagai ketua konsorsium menggandeng PT Pelindo III (Persero) selaku operator pelabuhan.
Untuk memuluskan rencana pengembangan bisnis monorel, Adhi Karya telah melakukan perubahan anggaran dasar. Hal ini dilakukan untuk memperoleh persetujuan mengembangan dan mengelola kereta monorel dari regulator.
"Semua on progress, Perpres masih dalam proses. Setelah RUPS kedua tanggal 3 april 2014 kemarin, hasilnya kami sampaikan ke pihak-pihak terkait dan direspon oleh Sesmenko Perekonomian, yang secara prinsip setuju dan meminta ADHI untuk koordinasi dengan pihak Kemenhub terkait dengan perizinan," jelasnya.
(feb/ang)











































