Ini Penyebab Penurunan Ekspor RI pada April

Ini Penyebab Penurunan Ekspor RI pada April

- detikFinance
Senin, 02 Jun 2014 16:36 WIB
Ini Penyebab Penurunan Ekspor RI pada April
Jakarta - Ekspor pada April 2014 mengalami penurunan sebesar 5,92% menjadi US$ 14,29 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara bila dibandingkan April 2013, terjadi penurunan 3,16%.

Secara bulanan, penurunan ekspor dipengaruhi oleh kelompok lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 45,02%, dari US$ 2,03 miliar menjadi US$ 1,12 miliar. Salah satu komponen dengan penurunan tertinggi adalah komoditas crude palm oil (CPO).

Harga CPO dalam beberapa waktu terakhir turun cukup signifikan sehingga komoditas andalan Indonesia setelah mineral ini memberi dampak besar bagi neraca perdagangan.

"Paling besar itu adalah CPO, turun dari 8,27 juta ton menjadi 7,52 juta ton atau 9,03%. Kemudian harganya juga turun," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Kelompok selanjutnya yang mengalami penurunan cukup tajam adalah permata dan perhiasan. Terjadi penurunan 23,15% dari US$ 441,7 juta menjadi US$ 339,4 juta. Kemudian kendaraan dari US$ 472,6 juta menjadi US$ 411,5 (13%), dan bahan bakar mineral dari US$ 2,06 miliar menjadi US$ 1,8 miliar (9,78%).

"Tapi ada peningkatan untuk kelompok alas kaki sebesar 30%, dari US$ 277 juta menjadi US$ 358,7 juta," ujarnya.

Suryamin menuturkan, penurunan ekspor pada April merupakan tren musiman yang juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2008 ada penurunan 9,05%, 2009 sebesar 1,87%, dan 2010 sebesar 7,59%.

Namun pada 2011 agak berbeda, karena ada sedikit kenaikan sebesar 1,15%. Lalu pada 2012 turun lagi 6,25%, dan 2013 juga turun 1,75%.

"Jadi memang pada bulan-bulan ini ada penurunan ekspor yang cukup tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kecuali 2011," sebutnya.

Seperti diketahui, ekspor April tercatat sebesar US$ 14,29 miliar. Terdiri dari ekspor migas US$ 2,63 miliar dan non migas US$ 11,66 miliar.

Akumulasi ekspor Januari-April tercatat US$ 58,59 miliar. Ekspor non migas adalah US$ 48,09 miliar, dengan porsi terbesar bahan bakar mineral sebesar US$ 7,49 miliar serta lemak dan minyak hewan/nabati US$ 6,41 miliar.

Berikut adalah sejumlah negara pangsa pasar ekspor non migas:

  • Tiongkok US$ 6,20 miliar
  • Amerika Serikat US$ 5,21 miliar
  • Jepang US$ 4,74 miliar
  • ASEAN US$ 9,49 miliar
  • Uni Eropa US$ 5,44 miliar
Β 
(mkl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads