Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Selasa (3/6/2014), tercatat impor tepung terigu mencapai 20.198 ton atau US$ 8,1 juta. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kenaikan yang terjadi hampir mencapai 3 kali lipat. Maret 2014, impornya masih 8.863 ton (US$ 3,6 juta).
Negara asal impor tepung terigu adalah:
- Turki: 7.027 ton (US$ 2,5 juta)
- Srilanka: 3.966 ton (US$ 1,7 juta)
- Malaysia: 2.456 ton (US$ 1,2 juta)
- India: 2.910 ton (US$ 1,1 juta)
- Ukraina: 2.327 ton (US$ 948 ribu)
- Negara lainnya: 1.511 ton (US$ 696 ribu)
Kondisi yang hampir serupa terjadi pada mentega. Impornya pada April diilaporkan mencapai 3.735 ton (US$ 19,1 juta). Naik lebih dari 2 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 1.526 ton (US$ 7,3 juta).
Negara asal impor mentega adalah:
- Selandia Baru: 2.537 ton (US$ 12,9 juta)
- Belgia: 488 ton (US$ 3,2 juta)
- Perancis: 97 ton (US$ 720 ribu)
- Amerika Serikat: 234 ton (US$ 1,2 juta)
- Australia: 108 ton (US$ 546 ribu)
- Negara lainnya: 269 ton (US$ 477 ribu)
"Jangan salah, produk impor untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan jelang puasa dan lebaran juga tinggi. Seperti mentega, gula, keju, susu, dan daging sapi," kata Suryamin, Kepala BPS.
(mkl/hds)











































