Impor Tepung Terigu dan Mentega Meroket

Impor Tepung Terigu dan Mentega Meroket

- detikFinance
Selasa, 03 Jun 2014 09:34 WIB
Impor Tepung Terigu dan Mentega Meroket
Jakarta - Impor tepung terigu dan mentega pada April 2014 mengalami lonjakan tajam. Salah satu penyebabnya adalah peningkatan kebutuhan masyarakat jelang bulan Ramadhan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Selasa (3/6/2014), tercatat impor tepung terigu mencapai 20.198 ton atau US$ 8,1 juta. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kenaikan yang terjadi hampir mencapai 3 kali lipat. Maret 2014, impornya masih 8.863 ton (US$ 3,6 juta).

Negara asal impor tepung terigu adalah:
  • Turki: 7.027 ton (US$ 2,5 juta)
  • Srilanka: 3.966 ton (US$ 1,7 juta)
  • Malaysia: 2.456 ton (US$ 1,2 juta)
  • India: 2.910 ton (US$ 1,1 juta)
  • Ukraina: 2.327 ton (US$ 948 ribu)
  • Negara lainnya: 1.511 ton (US$ 696 ribu)

Kondisi yang hampir serupa terjadi pada mentega. Impornya pada April diilaporkan mencapai 3.735 ton (US$ 19,1 juta). Naik lebih dari 2 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 1.526 ton (US$ 7,3 juta).

Negara asal impor mentega adalah:
  • Selandia Baru: 2.537 ton (US$ 12,9 juta)
  • Belgia: 488 ton (US$ 3,2 juta)
  • Perancis: 97 ton (US$ 720 ribu)
  • Amerika Serikat: 234 ton (US$ 1,2 juta)
  • Australia: 108 ton (US$ 546 ribu)
  • Negara lainnya: 269 ton (US$ 477 ribu)

"Jangan salah, produk impor untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan jelang puasa dan lebaran juga tinggi. Seperti mentega, gula, keju, susu, dan daging sapi," kata Suryamin, Kepala BPS.
(mkl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads