Dari enam kategori versi Shell, di manakah posisi kota Jakarta? “Jakarta bisa masuk kelompok developing mega-hubs,” kata Kepala Penasehat Energi Shell, Wim Thomas, saat berbincang dengan detikFinance di Marina Bays Sands, Singapura, Selasa (3/6/2014).
Developing mega-hubs bercirikan kota yang berkembang pesat, padat penduduk, dan mayoritas penduduknya berpendapatan rendah. Kategori ini adalah salah satu dari 6 lainnya, yakni sprawling metropolises, prosperous communities, urban powerhouses, underprivileged crowded, dan underdeveloped urban centres.
Masing-masing kota berbeda dalam hal kepadatan dan pemakaian energinya. Menurut Thomas, agar kota yang sangat padat penduduk bisa layak huni maka pembangunan harus dilakukan dengan penuh perencanaan.
“Kalau kotanya terencana dengan baik, punya infrastruktur dan pelayanan yang terintegrasi secara efektif, pemakaian sumber daya, termasuk air, makanan dan energinya, maka akan lebih efisien,” papar Thomas.
Thomas melanjutkan, pihaknya melakukan analisis itu karena ingin membantu para pengambil kebijakan dengan perspektif berbasis energi. Ini akan melahirkan kebijakan yang positif untuk perencanaan dan pembangunan kota.
(ros/hds)











































