Pengusaha dan Ekonom Ini Ungkap Alasan Dukung Jokowi-JK

Pengusaha dan Ekonom Ini Ungkap Alasan Dukung Jokowi-JK

- detikFinance
Kamis, 05 Jun 2014 08:39 WIB
Pengusaha dan Ekonom Ini Ungkap Alasan Dukung Jokowi-JK
Jakarta - Sejumlah kalangan mulai terang-terangan menyampaikan dukungannya kepada salah satu kubu capres-cawapres. Kali ini, dukungan mengalir kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menegaskan dukungannya kepada Jokowi-JK. "Saya pikir pengusaha banyak yang dukung Jokowi-JK. Pengusaha itu lihat background-nya, performance-nya," katanya kala ditemui di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/6/2014) malam.

Jokowi dan JK, lanjut Sofjan, juga dipandang sebagai pengusaha sukses. Di bidang pemerintahan, keduanya juga dinilai cukup berpengalaman.

"Kita tahu Pak Jokowi pengusaha, Pak JK juga pengusaha. Di pemerintahan, Pak Jokowi sukses di Solo maupun Jakarta sementara Pak JK lihat saja banyak bukti keberhasilannya baik saat menjabat sebagai Menko sampai Wakil Presiden," papar Sofjan.

Pendapat senada dikemukakan pengamat ekonomi Faisal Basri. Pria yang pernah mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta ini menilai Jokowi-JK punya visi misi untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Itu yang menurutnya merupakan hal mendasar yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin.

"Dia tidak menawarkan bangun pabrik, bangun jalan, tapi budaya industrial. Bukan pabrik saja, tapi sikap mental sehingga just in time. Kalau dia pesan satu minggu, satu minggu sampai di rumahnya. Itu pemimpin yang amanah," kata Faisal.

Faisal juga menyinggung ungkapan Jokowi dalam pidato visi dan misinya mengenai kesetaraan dari Sabang sampai Merauke. Menurut Jokowi tidak adil jika harga-harga kebutuhan di Papua jauh lebih mahal dibanding di Jawa dan pulau-pulau lainnya.

"Pesannya apa, tugas utama seorang pemimpin adalah menegakan keadilan. Jokowi melihat titik awalnya ada ketidakadilan. Papua beli semen berapa kali lipat dari Jawa? Oleh karena itu dia ingin satu sistem yang memungkinkan kita terintegrasi," paparnya.

(zul/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads