Wamenparekraf: Pertumbuhan Pariwisata di Luar Perkiraan

Sidang Dewan Eksekutif UNWTO ke-98

Wamenparekraf: Pertumbuhan Pariwisata di Luar Perkiraan

- detikFinance
Kamis, 05 Jun 2014 21:52 WIB
Wamenparekraf: Pertumbuhan Pariwisata di Luar Perkiraan
Santiago de Compostela - Pariwisata merupakan salah satu sumber bagi pertumbuhan ekonomi di berbagai belahan dunia. Sektor ini mengalami peningkatan di luar perkiraan di tengah tantangan global saat ini.

Demikian disampaikan Wamenparekraf Dr. Sapta Nirwandar mewakili pemerintah Indonesia selaku Ketua Dewan Eksekutif United Nations World Tourism Organization (UNWTO) saat memimpin Sidang Dewan Eksekutif UNWTO ke-98 di Santiago de Compostela, Spanyol (4-6 Juni 2014).

"Industri pariwisata dunia pada 2013 naik sebesar 5% dengan jumlah kunjungan mencapai 1,087 miliar wisatawan, dibandingkan tahun 2012 yang berjumlah 1,035 miliar wisatawan," ujar ketua sidang Dr. Nirwandar.

Menurut Nirwandar, wilayah Asia Pasifik mengalami pertumbuhan 6%, diikuti Eropa 5% dan Asia Tenggara memimpin pertumbuhan pada tingkat 10%, dengan kontribusi Indonesia yang meningkat 8% selama lima tahun terakhir.

"Pertumbuhan pariwisata internasional yang memberikan harapan bagi banyak negara untuk meningkatkan perekonomian tersebut perlu diimbangi dengan kebijakan yang mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan dan terus mendorong Agenda Rio+20," tandas Nirwandar.

UNWTO bersama-sama dengan beberapa negara anggota antara lain Indonesia, Republik Korea, dan Maroko telah berpartisipasi aktif pada Pertemuan Kelompok Ahli Pariwisata Berkelanjutan, dan telah berhasil mendorong PBB untuk menetapkan tahun 2017 sebagai Tahun Pariwisata Berkelanjutan Internasional.

"Perkembangan ini menunjukkan peran penting pariwisata dalam pembangunan ekonomi dan sosial budaya dunia, utamanya dalam penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan," imbuh Nirwandar.

Lanjut Nirwandar, dalam program ini Indonesia aktif mendukung Spice Road dimana sejak beberapa abad lalu rute rempah-rempah dunia berasal dari Nusantara (Ternate dan Tidore) terus ke India dan Eropa.

"Dalam kaitan ini, pembangunan konektivitas jalur perjalanan wisata, pengurangan pajak dan kemudahan visa kunjungan menjadi sangat krusial untuk meningkatkan arus wisatawan dunia," tandas Nirwandar.

Ditekankan bahwa salah satu terobosan pembangunan pariwisata dunia adalah dilakukannya diversifikasi produk, seperti pengembangan jalur-jalur wisata lintas negara dan wilayah yang memiliki kesamaan sejarah dan aktivitas masa lalu, seperti Jalur Sutra (Silk Road) dan Jalur Rempah (Spice Road).

Pengembangan konsep ini dalam produk wisata secara praktis akan mendorong percepatan pengembangan pariwisata di kawasan regional, mendorong people-to-people contact dan memperkuat integrasi kawasan.

"Dewan Eksekutif menyadari bahwa dalam perkembangan pariwisata dunia, hal yang menjadi sangat penting adalah pemberian kemudahan kepada wisatawan," pungkas Nirwandar.

Sebelumnya Menteri Industri, Energi dan Pariwisata Kerajaan Spanyol Jose Manuel Soria Lopez dalam sambutan pembukaan antara lain menekankan kembali pentingnya pariwisata bagi perkembangan ekonomi dunia.

"Namun, menyadari tingginya biaya dalam mengembangkan industri pariwisata, maka pemerintah Spanyol melaksanakan kebijakan industri di bidang pariwisata dengan skema Public Private Partnership (PPP)," ujar Lopez.

Menurut Lopez, hasilnya sangat mengesankan, terbukti pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Spanyol meningkat lebih dari 1,5%, di mana sektor pariwisata menyumbang lebih dari 30%.

Delegasi RI dalam sidang ini terdiri dari Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol sebagai Wakil Tetap Indonesia untuk UNWTO Yuli Mumpuni Widarso dan pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Luar Negeri RI.

Dubes menjelaskan, Sidang Dewan Eksekutif UNWTO ini secara rutin diadakan dua kali setahun, dengan mengambil tempat satu kali di Madrid dan satu kali di negara anggota, yang keseluruhan berjumlah 32 negara.

Indonesia pada Sidang Umum UNWTO ke-20 di Zimbabwe-Zambia pada Agustus 2013 terpilih menjadi Ketua Dewan Eksekutif periode 2013-2014. Terpilih sebagai Wakil Ketua adalah Jamaika dan Mozambik.

"Keketuaan Indonesia pada Dewan Eksekutif menunjukkan pengakuan atas peran aktif dalam UNWTO, dan Indonesia juga menjadi anggota Komite Anggaran dan Komite Etik UNWTO," demikian Dubes.

(es/es)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads