Direktur Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan jika masalah ini tak punya kejelasan maka berpotensi mengganggu target penyelesaian proyek MRT, yang ditargetkan beroperasi 2018.
"Itu sudah pasti dong mundur, dulu zaman Foke (gubernur Fauzi Bowo), targetnya 2012 terbangun dan selesai 2016, ini bisa molor lagi dari target 2018. Bisa juga sampai 2019-2020 tergantung kelancaran konstruksi," katanya kepada detikFinance, Selasa (10/6/2014)
Menurutnya masalah pembongkaran merupakan persoalan administratif yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik-baik antara Kemenpora dengan Pemda DKI Jakarta.
"Pembongkaran tak masalah asal ada penggantinya, dahulu zamannya Foke sebelum di Taman BMW, sempat ada lokasi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan," katanya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mengirimkan surat somasi kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok). Pemicunya adalah komentar Ahok soal proyek MRT yang terkendala izin Kemenpora. Soal somasi tersebut, Darmaningtyas mengakui Ahok perlu melakukan evaluasi dalam setiap melakukan pernyataan.
"Ini buat pelajaran buat Ahok, harus hati-hati dalam membuat pernyataan, tujuan baik taai cara juga hal penting," katanya.
Sebelumnya Roy Suryo beralasan soal sikapnya yang belum memberikan rekomendasi pembongkaran Stadion Lebak Bulus, karena trauma dengan Stadion Menteng yang dialihfungsikan jadi taman, lalu soal lokasi pemindahan yang rencana awal masih di sekitar Jakarta Selatan (Pesanggrahan) namun kenyataannya di Taman BMW Jakarta Utara, dan terakhir soal status tanah di Taman BMW yang belum jelas.
Namun masalah antara keduanya ini sudah selesai malam tadi. Ahok dan Roy sudah melakukan komunikasi melalui BlackBerry Messenger (BBM).
"Diselesaikan secara BBM. Orang gue baik sama dia. Kalau ada masalah, BBM-an saja, hehehe," kata Basuki T Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).
Pada Roy, via bbm, Ahok menyatakan tak pernah mengeluarkan pernyataan yang menuding Kemenpora yang menghambat pembangunan MRT karena belum ada rekomendasi penutupan GOR Lebak Bulus. Ahok bahkan memperlihatkan percakapan BBMnya dengan Roy Suryo pada wartawan terkait kasus somasi tersebut.
"Aku baik-baik aja sama dia. Aku malah BBM dia. Aku bilang gini. Ini aku bilang 'bro kenapa somasi saya? Tidak pernah saya komentar Menpora hambat pembangunan MRT. Saya hanya bilang sertifikatnya yang belum diserahkan ke Kemenpora kalau sudah diverifikasi, langsung diserahkan Kemenpora rekomendasinya," kata Ahok sambil menunjukkan percakapan bbmnya dengan Roy Suryo.
"Aku kirim ke dia beritanya. Beliau bilang 'ya bro, kita saling koreksi saja. Staf hukum Kemenpora yang menyarankan demikian (untuk mensomasi). (berarti) Ini kan staf hukumnya. Intinya pemberitaan kompas sebelumnya di halaman 1 sangat menyudutkan Kemenpora. Sampai-sampai syarat-syarat sudah dipenuhi padahal faktanya baru tadi pagi (diserahkan ke Kemenpora). Aku juga nggak bilang begitu. Siapa yang bilang. Ini (berita) yang dikirimkan (ada nama Kadis Diorda) Ratiyono. Mungkin Ratiyono nih yang bilang," urainya lagi.
Menurut Ahok, Roy Suryo yang baru pulang dari Sabah, Malaysia dan Halmahera tak mengetahui secara rinci masalah berita MRT ini. Ia hanya disarankan oleh Biro Hukum untuk melayangkan somasi untuk pemprov DKI.
"Saya bilang harusnya somasinya ke Kompas pak. Saya nggak pernah bilang gitu. Aku nggak pernah bilang begitu. Nggak ada omongan aku. Ya saya tidak menuduh kemenpora menghambat klo ada masalah pasti saya BBM saja gue bilang," ujarnya.
Ia pun menyatakan tak masalah bila somasi tersebut terlanjur dikirim oleh Roy Suryo. Namun, karena merasa tak mengatakan pernyataan tentang Kemenpora, ia tak akan meminta maaf.
"Ya udah keburu jalan (somasinya). Nggak (minta maaf) karena aku kan nggak pernah ngomong," pungkasnya.
Seperti diketahui, pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran HI telah dimulai sejak 16 Oktober 2013. Direncanakan proyek MRT selesai pada semester I-2018.
(hen/ang)











































