Tak Perlu Konflik Soal Stasiun MRT, Ahok dan Roy Suryo Harus Jadi Contoh

Tak Perlu Konflik Soal Stasiun MRT, Ahok dan Roy Suryo Harus Jadi Contoh

- detikFinance
Selasa, 10 Jun 2014 12:25 WIB
Tak Perlu Konflik Soal Stasiun MRT, Ahok dan Roy Suryo Harus Jadi Contoh
Jakarta - Perbedaan sikap Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) dengan Menpora Roy Suryo soal pembongkaran Stadion Lebak Bulus untuk keperluan stasiun MRT disayangkan oleh banyak kalangan. Mereka seharusnya menjadi contoh soal hubungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengatasi persoalan infrastruktur.

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan persoalan kedua pihak terkait pembongkaran stadion hanya masalah administrasi, yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara komunikasi yang baik dan pengawasan internal birokrasi di kedua instansi.

"Mereka seharusnya bisa menjadi contoh. Kita ingat sewaktu Jokowi dan Ahok mencalonkan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur, andalan beliau-beliau itu adalah mengedepankan komunikasi yang baik. Termasuk dengan instansi pemerintah lainnya," kata Danang kepada detikFinance, Selasa (10/6/2014)

Menurut Danang seharusnya persoalan pembongkaran Stadion Lebak Bulus terkait pemanfaatan lahan untuk Depo dan Stasiun MRT sudah selesai sejak 4 tahun lalu. Ia ingat betul pada 2010 dilibatkan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) mengatasi persoalan kemacetan di Jakarta, salah satunya soal agenda persiapan pembangunan MRT Jakarta, termasuk soal pembongkaran Stadion Lebak Bulus.

"Waktu itu sudah disepakati pemanfaatan Stadion Lebak Bulus dengan menyediakan lahan pengganti, sudah disepakati Pak Pristono (Udar Pristono, mantan Kepala Dinas Perhubungan) dan kantor Kemenpora yang difasilitasi kemenko dan UKP4," katanya.

Selain persoalan pembongkaran Stadion Lebak Bulus, Danang mengatakan ada lahan Kantor Kepolisian di Kawasan Lebak Bulus yang terkena rencana pembangunan Stasiun MRT, dan sudah ada jalan keluarnya waktu itu. Juga sudah ada kesepakatan teknis antara Kemenpora dengan Pemda DKI pada era Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, bahwa pembongkaran Stadion Lebak Bulus diizinkan asal ada stadion pengganti yang luasnya tak harus sama dengan lokasi lama.

"Sekarang saya melihat ramai-ramai, saya menjadi heran, apakah proses administrasinya tak dijalankan. Padahal permintaan menpora itu cuma soal administratif, soal dokumen resmi permintaan pemanfataan dan ketersedian lahan pengganti. Secara prinsip tak ada masalah," katanya.

Sempat terjadi perbedaan sikap antara Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) dengan Menpora Roy Suryo soal pembongkaran Stadion Lebak Bulus. Hingga berujung langkah somasi Menpora Roy Suryo ke Ahok.

Namun masalah antara keduanya ini sudah selesai malam tadi. Ahok dan Roy sudah melakukan komunikasi melalui BlackBerry Messenger (BBM).

"Diselesaikan secara BBM. Orang gue baik sama dia. Kalau ada masalah, BBM-an saja, hehehe," kata Ahok di Balai Kota, semalam

Menpora Roy Suryo mengaku tak ada masalah pribadi dengan Ahok. Namun, pihaknya tetap melakukan somasi untuk tertib administrasi. Yang diinginkan Roy hanya kata maaf dari Pemprov DKI, dalam hal ini Ahok.

"Permintaan maaf secara resmi dan dimuat dalam berita," kata Roy hari ini.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads