CT Kembali Gelar Rakor Pangan

CT Kembali Gelar Rakor Pangan

- detikFinance
Selasa, 10 Jun 2014 12:47 WIB
CT Kembali Gelar Rakor Pangan
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengumpulkan para menteri ekonomi siang ini, di kantornya Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Rapat koordinasi (Rakor) bidang pangan ini merupakan yang kedua kalinya semenjak CT dilantik jadi Menko Perekonomian 19 Mei 2014 lalu.

Tujuannya untuk memastikan stok pangan menjelang bulan Puasa dan Lebaran aman. Menteri yang biasa disapa CT ini mengakui kenaikan harga produk pangan menjelang bulan Puasa rutin terjadi setiap tahun.

"Prioritas kan stabilitas kita tahu ini sudah mau Ramadhan sebentar lagi Lebaran dan selalu setiap Ramadhan Lebaran kan kebutuhan meningkat harga naik kita tidak bisa hindari," kata di Kantornya Selasa (10/06/2014).

Ia ingin mendapatkan laporan detil terutama dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memastikan stok pangan aman dan harga tidak terlalu naik signifikan.

"Kenaikan harga di bulan Ramadhan dan Lebaran yang kita hindari kenaikan yang tidak proporsional, kenaikan yang terlalu berlebihan yang memberatkan rakyat nah ini kita akan memonitor satu demi satu harga-harganya," tuturnya.

Beberapa pekan terakhir, setidaknya ada 3 komoditas pangan yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu bawang merah, telur ayam dan daging ayam.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), semenjak minggu ke-4 Mei 2014 hingga saat ini harga bawang merah sudah mencapai Rp 23.802/kg atau di atas harga normal yaitu Rp 17.000-18.000/kg atau naik 35%. Tetapi harga ini masih di bawah harga patokan maksimal untuk membuka impor yaitu Rp 25.700/kg.

Sedangkan harga daging dan telur ayam pada minggu ke-3 April 2014 masing-masing mencapai Rp 17.258/kg dan Rp 14.925/kg. Sedangkan minggu ke-4 bulan Mei harga kedua produk tersebut masing-masing mencapai Rp 28.826/kg dan Rp 19.640/kg atau masing-masing telah naik 67% dan 31%.

"Nanti setelah rapat kalau isi setelah rapat kita denger detil gimana. Termasuk batas kenaikan ekspektasi harga. El Nino juga," cetusnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads