Jumlah penumpang angkutan lebaran yang menggunakan transportasi massal tahun ini akan naik 3,83% menjadi 19,29 juta penumpang, dibandingkan tahun sebelumnya 18,59 juta orang.
"Tahun ini jumlah penumpang angkutan lebaran tahun ini naik lagi. Kita harus mempersiapkan dengan matang," ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan pada rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Rabu (11/6/2014).
Proyeksi ini meliputi moda angkutan jalan sebanyak 5,59 juta penumpang atau naik 0,9%. Ini termasuk pengguna mobil pribadi sebesar 1,8 juta kendaraan atau naik 5,61%, sepeda motor naik 4,3% menjadi 2,4 juta.
Angkutan yang tersedia adalah 22.340 bus antar kota antar provinsi (AKAP), 1.615 bus antar kota dalam provinsi (AKPD), dan 4.260 bus pariwisata.
"Agar tidak jadi terjadi penumpukan di jalan, pemerintah mengambil kebijakan dengan pengalihan beban lalu lintas melalui pengangkutan sepeda motor dengan truk, KA dan kapal laut," jelasnya.
Kemudian angkutan sungai danau penyeberangan sebanyak 3,54 juta orang atau naik 1,73% dengan ketersediaan 174 kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro).
Angkutan laut diprediksi akan diguynakan oleh 1,57 juta orang atau naik 3% dari tahun lalu. Dengan ketersediaan 25 kapal Pelni, 28 kapal Ro-Ro swasta, 72 kapal penumpang swasta, 1.049 kapal swasta jarak dekat, 84 kapal perintis, dan 1 kapal ASDP.
Pengguna angkutan kereta api meningkat 3,1% atau sebanyak 4,49 juta orang. Angkutan yang tersedia 293 KA reguler, 32 KA Lebaran, 416 lokomotif siap beroperasi, 1.555 kereta SO Penumpang.
Untuk angkutan udara melonjak 11,48% menjadi 4,10 juta penumpang dengan ketersediaan 430 pesawat berkapasitas 58.585 penumpang.
Rapat ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, Direktur Utama AP II Tri Sunoko, Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Arif Wibowo, Ketua Umum DPP Organisasi Angkutan Darat Eka Sari Lorena, Dirut PT Pelindo II RJ Lino.
(mkl/dnl)











































