Importir Usul Daging Impor Bisa Masuk Pasar Becek, Ini Kata Wamendag

Importir Usul Daging Impor Bisa Masuk Pasar Becek, Ini Kata Wamendag

- detikFinance
Rabu, 11 Jun 2014 13:02 WIB
Importir Usul Daging Impor Bisa Masuk Pasar Becek, Ini Kata Wamendag
Jakarta - Usulan importir agar daging beku impor masuk pasar becek (tradisional) atau ritel demi meredam kenaikan harga daging di dalam negeri tak mendapat respons positif pemerintah.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan pemerintah tetap melarang daging impor beku masuk ke pasar tradisional ataupun ritel. Menurut Bayu pemerintah lebih memilih mengizinkan daging sapi impor yang berasal dari sapi bakalan impor (sapi hidup yang perlu digemukan di dalam negeri) untuk masuk pasar tradisional.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 46 Tahun 2013 pasal 17 disebutkan: Karkas, daging dan/atau jeroan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1 Peraturan Menteri ini hanya dapat diimpor untuk tujuan penggunaan dan distribusi bagi industri, hotel, restoran, katering dan/atau keperluan khusus lainnya. Artinya daging beku hanya boleh masuk ke pasar industri, hotel, restoran, katering saja, dan tak boleh masuk pasar umum.

"Yang nggak boleh masuk itu kan yang beku. Kalau bakalan boleh," jelas Bayu di kantor Kementerian Perdagangan, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Terkait harga daging sapi di pasaran saat ini yang masih bertahan di level Rp 95.000-100.000/kg, Bayu mengatakan penyebabnya karena pasokan daging sapi di dalam negeri kurang.

"Memang sebesar itu (harganya). Karena pasokannya masih kurang menurut saya, makanya kita impor," katanya.

Bayu menyadari harga daging sapi ini masih tergolong mahal. Meski pasokan impor masuk, dia tidak mau terlalu berambisi produk impor tersebut bisa menurunkan harga.

"Kita sudah buka kita juga sudah berikan kesempatan dilakukan importasi intinya kalau sekarang adalah kalau target kita tidak terlalu berambisi menurunkan terlalu jauh karena permintaan juga akan naik. Kita buat harga bertahan tidak naik lagi," katanya.

Menurut catatan Kemendag sudah ada 145.000 ekor sapi bakalan impor yang sudah masuk pada triwulan II-2014, kemudian akan disusul masuk sebanyak 99.000 ekor sapi bakalan.

Pada periode yang sama, sudah ada pasokan 18.900 ekor sapi impor siap potong, dan pasokan 3.037 ekor sapi dari lokal. Sementara itu, pada triwulan II, realisasi impor daging sampai saat ini sudah ada 8.316 ton dari total izin impor yang diberikan sebanyak 45.000 ton.

Realisasi impor sapi siap potong di triwulan I-2014, terhitung pada tanggal 31 Maret 2014 mencapai 15.834 ekor, atau baru mencapai 60,06% dari jumlah Surat Persetujuan Impor (SPI) yang telah diterbitkan yakni 26.360 ekor kepada 16 perusahaan.

Sementara itu, untuk sapi bakalan realisasi impor hingga 30 Maret tercatat mencapai 112.045 ekor atau 86,02% dari SPI yang diterbitkan sebanyak 130.245 ekor yang diberikan kepada 35 perusahaan.

Impor daging sapi terhitung 31 Maret 2014 realisasinya mencapai 17.374,64 ton, atau hanya 34,04% dari SPI yang dikeluarkan untuk periode Januari-Maret sebanyak 51.037,47 ton kepada 75 perusahaan.

Dari sisi harga, tercatat harga rata-rata daging sapi nasional memang mengalami penurunan. Harga rata-rata eceran daging sapi pada minggu pertama bulan Mei tercatat Rp 97.488/kg. Harga ini jauh lebih rendah dari rata-rata eceran harga daging sapi pada minggu pertama bulan April 2014 yang tercatat Rp 98.101/kg.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads