Ide Jokowi: Ada Tol Laut, Harga Semen di Papua Bisa Murah

Ide Jokowi: Ada Tol Laut, Harga Semen di Papua Bisa Murah

- detikFinance
Rabu, 11 Jun 2014 15:13 WIB
Ide Jokowi: Ada Tol Laut, Harga Semen di Papua Bisa Murah
Bandung - Rasa keadilan bagi masyarakat Papua dibandingkan daerah lainnya termasuk Jawa, saat ini sangat memprihatinkan. Misalnya untuk urusan harga kebutuhan dasar seperti semen. Di Papua, harga semen bisa mencapai Rp 1,5 juta/sak, sedangkan di Jawa hanya Rp 50.000-60.000/sak.

Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 2, Joko Widodo (Jokowi) mengaku punya konsep dan program yang konkret untuk mengatasi masalah ini. Caranya dengan membangun sistem logistik kelautan yang efektif dan efisien dengan sistem 'Tol Laut'. Sistem tol laut ini mengganti sistem pengangkutan kapal-kapal kecil pengangkut barang antar pulau yang selama ini terjadi.

"Tol laut itu adalah kapal-kapal besar yang mondar-mandir dari ujung barat hingga timur Indonesia, nanti ada deep sea port, manajemen distribusi lebih baik. Nanti harga-haraga di seluruh pulau di Indonesia sama," katanya dalam acara Hari Peringatan Kelautan Sedunia di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, Rabu (11/6/2014).

Sebagai pengusaha, Jokowi sangat merasakan buruknya sistem logistik di Indonesia. Ia punya pengalaman, biaya mengirim produk furnitur dari Jawa ke Eropa lebih murah daripada Papua. Biaya mengirim per kontainer ke Papua lebih mahal 2,5 kali hingga 3 kali lipat lebih mahal daripada ke Eropa.

"Rasa keadilan itu yang akan kita hapuskan dengan adanya tol laut. Seharusnya dengan adanya tol laut harga semen di Papua bisa sampai Rp 60.000 saja, masih masuk akal. Kalau sekarang harga di Papua sampai Rp 1,5 juta/sak, bagaimana rasa keadilan kita," katanya.

Selain produk semen, produk-produk lainnya akan lebih murah karena adanya sistem logistik yang efisien dengan laut. Bahkan persoalan sistem pengangkutan dari sentra-sentra sapi di NTT dan NTB, ke Pulau Jawa akan lebih efisien dan efektif.

"Sapi juga sama, ongkos transportasinya sama, kalau sekarang sekali angkut sapi lokal hanya 100-200 ekor sapi, bandingkan kalau dari Australia sampai 300.000-400.000 sapi dari Australia," katanya.

(hen/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads