"Kita akan memberikan range (kisaran) untuk asumsi makro, biar tersinkronisasi dengan belanja negara," ungkap Ketua Komisi XI DPR Olly Dondokambey dalam rapat kerja di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (11/6/2014).
Pertumbuhan ekonomi dipatok pada rentang 5-6%. Lebih rendah dari asumsi pada APBN 2014 yang sebesar 6%.
Kemudian inflasi ditetapkan lebih tinggi, yaitu 5,3%-7,3% dari sebelumnya 5,5%. Ini karena adanya kenaikan tarif listrik untuk beberapa golongan pada bulan Juli.
"Ada kenaikan tarif listrik. Kemudian ada lebaran juga. Jadi diperkirakan akan membuat inflasi lebih tinggi," tambah Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis.
Sementara itu, Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan kesiapannya untuk menjaga asumsi makro tersebut. "Pemerintah meyakini dan siap untuk merealisasikan asumsi, seperti inflasi pada kisarannya akan dijaga," kata Chatib.
Berikut adalah rincian perubahan asumsi makro :
- Pertumbuhan ekonomi 5%-6%, sebelumnya 6%.
- Inflasi 5,3% -7%, sebelumnya 5,5%.
- Nilai tukar rupiah Rp 11.000- 11.700 per dolar AS, sebelumnya Rp 10.500 per dolar AS.
- Tingkat bunga SPN 3 bulan rata-rata 5,5-6%, sebelumnya 5,5%.
(mkl/hds)











































