Penerimaan Pajak Turun Rp 50 T, Ini Penyebabnya

Penerimaan Pajak Turun Rp 50 T, Ini Penyebabnya

- detikFinance
Kamis, 12 Jun 2014 13:41 WIB
Penerimaan Pajak Turun Rp 50 T, Ini Penyebabnya
Fuad Rahmany, Dirjen Pajak Kemenkeu
Jakarta - Pemerintah menurunkan target penerimaan pajak 2014 sebesar Rp 50,4 triliun, dari Rp 1.110,1 triliun menjadi Rp 1.059,7 triliun. Apa penyebabnya?

Fuad Rahmany, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, mengatakan terdapat 6 faktor penyebab penurunan penerimaan pajak. Pertama adalah perbandingan basis perhitungan dengan tahun lalu, khususnya untuk wajib pajak badan.

Kedua adalah pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, dari 6% ke 5,5%. Ketiga adalah pertumbuhan sektoral yang turun, terutama properti, pertambangan, dan perkebunan.

"Jadi antara yang kedua dan ketiga itu beriringan. Pertumbuhan ekonomi terkoreksi maka ada sektor yang turun. Parahnya itu ada pada pertambangan dan perkebunan," jelas Fuad dalam rapat dengan panitia kerja Badan Anggaran DPR di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Keempat adalah penurunan ekspor, terutama ke sejumlah pasar utama seperti Tiongkok dan Amerika Serikat. Kelima adalah PBB Migas yang turun karena 26 KKKS yang terminasi dan perubahan kebijakan pengenaan PBB Migas atas kegiatan eksplorasi yang dibatasi hanya pada area on-shore/off-shore yang dimanfaatkan.

"Keenam adalah depresiasi nilai tukar rupiah. Ini ada faktor positifnya pada PPN Impor dan PPh 22 Impor," sebut Fuad.

Dalam perhitungan sebelumnya, penurunan pajak diperkirakan bahkan bisa mencapai Rp 109,9 triliun. Namun dengan melakukan upaya lebih, maka penurunan bisa dikurangi menjadi Rp 59,55 triliun.

"Dengan dilakukan extra effort sebesar Rp 59,55 triliun, maka diusulkan target pajak turun sebesar Rp 50,4 triliun," kata Fuad.

Berikut rinciannya :

  1. PPh Rp 562,55 triliun. Meliputi PPh Migas Rp 80,57 triliun dan PPh Non Migas Rp 481,98 triliun.
  2. PPn dan PPnBM Rp 475,59 triliun.
  3. PBB Rp 16,47 triliun.
  4. Pajak lainnya Rp 5,18 triliun.
(mkl/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads