Dahlan Lapor Berbagai Masalah BUMN ke CT, Ini Daftarnya

Dahlan Lapor Berbagai Masalah BUMN ke CT, Ini Daftarnya

- detikFinance
Kamis, 12 Jun 2014 14:46 WIB
Dahlan Lapor Berbagai Masalah BUMN ke CT, Ini Daftarnya
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama jajaran pejabat eselon I Kementerian BUMN menyambangi kantor Menteri Koordinator Ekonomi Chairul Tanjung (CT) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Dahlan merinci persoalan yang selama ini belum tuntas di perusahan pelat merah, seperti pembentukan induk usaha alias holding BUMN perkebunan dan kehutanan.

"Kita koordinasikan dengan Menko. Tentu kita koordinasikan mengenai holding perkebunan, akan diproses ulang. Dan holding kehutanan akan diproses ulang di Kemenko. Hasilnya seperti apa kita lihat nanti. Yang jelas akan diproses lebih lanjut," kata Dahlan usai bertemu CT di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2014).

Dahlan mengakui ada beberapa evaluasi pembentukan holding sebelum disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun yang berperan sebagai induk tetap sesuai rencana lama yakni BUMN perkebunan dipegang PTPN III dan BUMN kehutanan dipegang Perum Perhutani.

"Bentuknya nggak akan diubah karena nanti malah mulai dari awal lagi. Champion itu PTPN III yang jadi holding-nya. Demikian juga holding kehutanan Perhutani serta Inhutani 1-5. Itu juga akan diproses," jelasnya.

Dahlan menjelaskan konsep holding sebetulnya telah berjalan cukup lama namun terkendala regulasi. "Jangan dibilang mandek di presiden, tapi masih mandek," sebutnya.

Dengan skema holding tersebut, BUMN akan menjadi lebih kuat secara permodalan bahkan bisa memiliki kinerja cemerlang seperti yang terjadi pada holding semen dan pupuk.

"Kita harapkan bisa terbentuk holding itu karena dari holding Pupuk dan Semen Indonesia sangat bagus sekali kalau terbentuk holding," jelasnya.

Selain masalah holding, Dahlan juga melaporkan rencana perampingan jumlah BUMN. Perusahaan negara di bidang pertanian seperti PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Pertani (Persero) akan digabungkan ke PT Pupuk Indonesia Holding Company.

"Memang pak Menko bilang begitu. Bagus atau tidaknya bukan banyaknya BUMN tapi kualitasnya dan juga tadi diminta jalan terus program kita seperti Sang Hyang Seri dan Pertani dikonsolidasi ke Pupuk Indonesia jalan saja," paparnya.

Dahlan juga menyampaikan persoalan terkait dengan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dan persoalan pembangunan tol trans Sumatera oleh PT Hutama Karya (Persero) di depan CT.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads