Direktur Jendral (Dirjen) Bina Marga Djoko Murjanto menerangkan, setiap ruas jalan memerlukan pemeliharaan rutin dan berkesinambungan agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Djoko mengatakan, proyek pemeliharaan ini yang seringkali disalah artikan sebagai proyek abadi seperti yang terjadi di jalur pantai utara (Pantura) Pulau Jawa.
"Yang namanya jalan itu kalau dipakai ya harus ada penanganan. Penanganan yang kita lakukan ada tiga. Penangan jalan yang sudah mantap itu pemerliharan rutin. Kedua, penanganan kalau konstruksi tidak mampu lagi kita rekonstruksi. Dan ketiga ada juga pembangunan jalan baru," terang Djoko di Padjadjaran Suit, Bogor, Kamis (12/6/2014) malam.
Dirinya menerangkan, proyek pemeliharaan ini bukan hanya dilakuakn di jalur pantur saja. Menurutnya, proyek pemeliharaan ini juga dilakukan pihaknya di seluruh ruas jalan yang ada di seluruh Indonesia.
"Seluruh ruas jalan di seluruh Indonesia ini semua ada penanganan, dan penanganannya berbeda-beda," papar dia.
Dirinya pun membantah bila dikatakan proyek perbaikan yang dilakukan pihaknya hanya berkutat pada satu titik yang sama setiap tahunnya. "Kalau kita lihat, yang kita tangani selalau berbeda. Jadi kalau ada LSM yang mengatakan titiknya itu-itu saja harusnya mereka punya catatannya," ungkap dia.
Terakhir dirinya menegaskan, bahwa proyek perbaikan atau pemeliharaan jalan akan terus ada selama ruas-ruas jalan yang ada tetap digunakan oleh masyarakat.
"Kesimpulannya, memang kalau satu rusa jalan dipakai, harus ada penanganan. Proyek itu memang harus abadi selama jalan itu digunakan," pungkasnya.
(zul/ang)










































