Mampukah Kereta Pelabuhan Urai Kemacetan di Priok?

Mampukah Kereta Pelabuhan Urai Kemacetan di Priok?

- detikFinance
Jumat, 13 Jun 2014 09:43 WIB
Mampukah Kereta Pelabuhan Urai Kemacetan di Priok?
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, PT Pelindo II, dan PT Kereta Api Indonesia memunculkan ide membangun jalur rel kereta hingga masuk ke area terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ide ini dimunculkan untuk membantu memindahkan peti kemas dari truk ke moda kereta api.

Setiap hari, jalur Pelabuhan Tanjung Priok mulai dari pagi hingga malam selalu penuh sesak akibat truk besar yang lalu-lalang. Harapannya, moda kereta api mampu mengurangi kemacetan hingga 10%.

"Tapi dari konsep lama, itu daya angkut kereta barang bisa mencapai 600.000-700.000 TEUs. Sedangkan kapasitas Tanjung Priok per tahunnya mencapai 7 juta TEUs peti kemas. Kira-kira bisa kurangi kemacetan area pelabuhan 10%," jelas Corporate Secretary Pelindo II, Rima Novianti kepada detikFinance, Jumat (13/6/2014).

Diakui Rima, saat ini memang telah tersedia jaringan kereta tetapi belum masuk hingga ke jantung pelabuhan. "Saat ini ada jalur kereta dan stasiun, tapi itu masih belum masuk ke dalam. Bahkan lahannya ada beberapa yang diduduki warga," ungkapnya.

Untuk konsep kereta pelabuhan secara detil, Rima belum bisa memaparkannya karena nantinya akan dibiayai dan dibangun oleh KAI. Namun dia menyadari kapasitas angkutan kereta untuk mengurai kepadatan lalu-lintas truk pembawa peti kemas masih terbatas.

Moda kereta yang membawa peti kemas pun harus melewati jalur kereta DKI Jakarta yang dikenal sangat padat. "Kita tahu untuk kereta ini kan nggak ada jalur khusus seperti JORR. Dia pakai rel lama melewati jalur Jakarta sehingga kapasitas daya angkut belum banyak," papar Rima.

Sebelumnya, Dahlan menyampaikan bahwa selama ini area di luar pelabuhan selalu macet karena arus truk pembawa kontainer dari atau ke pelabuhan.

"Kita hadirkan direksi KAI dan Pelindo II untuk ikut atasi kemacetan Priok. Sudah ada rel tapi kapasitas terbatas sehingga untuk membantu atasi besarnya kapasitas truk kurang maksimal. Stasiun dalam pelabuhan ada tapi kecil, diperluas sudah tidak bisa," terangnya.

Apa yang dilakukan oleh 2 BUMN tersebut sejalan dengan permintaan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Ini yang diusulkan Pak Ahok, bagaimana kereta bisa masuk pelabuhan. Selama ini sudah bisa tapi kapasitas terbatas. Dibangun terminal baru langsung menuju kontainer," sebutnya.

Sebetulnya ide membangun rel masuk hingga ke terminal peti kemas telah muncul 2 tahun silam. Namun wacana tersebut terhenti karena pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memiliki rencana serupa. Setelah ditunggu hingga 2 tahun, pembangunan oleh pemerintah tak kunjung terwujud.

"Tapi karena sampai hari ini belum terbangun dan mengatasi keruwetan di Jakarta Utara mendesak, maka saya minta KAI ke Kemenhub dan sampaikan KAI saja yang bangun. Sekarang APBN harus dipotong," kata Dahlan.

Untuk rencana ini, pembiayaan akan dilakukan oleh KAI. KAI akan membangun rel sepanjang 300 meter hingga ke terminal peti kemas. Dana yang diguyur untuk membangun 1 km rel kereta bisa mencapai angka Rp 20 miliar. "Ini belum termasuk pembebasan lahan," ujar Dahlan.

Diharapkan pembangun rel bisa tuntas sebelum akhir tahun karena ini dilakukan oleh BUMN. Untuk memuluskan rencana BUMN tersebut, Dahlan juga menyebut KAI akan mengurus perizinan dan melakukan koordinasi dengan Kemenhub.

KAI juga akan membantu melakukan pembebasan lahan. "Kita harap dikasihkan KAI karena KAI punya uang. Kalau izin keluar 2-3 bulan selanjutnya bisa dikerjakan. Jalur tidak panjang, maka akhir tahun bisa jadi. Tidak hanya atasi keruwetan lalu lintas, tapi juga atasi kepadatan truk di Cawang," ucap Dahlan.

Dengan akses rel kereta ini, frekuensi dan kapasitas pengiriman peti kemas memakai kereta barang bisa naik drastis. Kereta peti kemas akan dibawa dari pelabuhan ke pusat industri hingga terminal barang (dry port) atau sebaliknya.

"Besar sekali, karena menuju ke terminal kontainer. Kalau selama ini hanya 3 kereta, nanti bisa 20 kereta. Bisa berkurang 600 truk sekali jalan," kata Dahlan.


(feb/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads