Mengintip Kesiapan Jalan di Kalimantan Jelang Musim Mudik

Mengintip Kesiapan Jalan di Kalimantan Jelang Musim Mudik

- detikFinance
Jumat, 13 Jun 2014 11:36 WIB
Mengintip Kesiapan Jalan di Kalimantan Jelang Musim Mudik
ilustrasi
Bogor - Jelang musim mudik Lebaran 2014, kementerian pekerjaan umum juga mempersiapan kesiapan jalan-jalan di Kalimantan. Berbeda dengan Pulau Jawa, kemacetan karena volume kendaraan, sedangkan di Kalimantan kemacetan karena faktor alam.

"Kalimantan dibanding dengan Jawa (Pulau Jawa) tingkat kemacetan jauh di bawah. Paling di kota-kota besar saja (yang terjadi kemacetan). Rasio di bawah 5.000 kendaraan per hari. Tapi kita tetap waspadai kemacetan saat mudik, karena ada 3 titik rawan longsor," ujar Kepala Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VII Kalimantan Bastian Sihombing, di Padjadjaran Suites, Bogor, Kamis malam (12/6/2014)

Menurut Bastian jalur mudik di Kalimantan pun berbeda dengan dengan jalur mudik di Pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur. Di Pulau Kalimantan, jalur mudiknya lebih tersebar dan merata ke sejumlah tujuan perjalanan berbeda.

"Seluruh provinsi Kalimantan tujuan mudiknya merata, sehingga kita memberi perhatian ke semua lokasi seperti Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda," tuturnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, diketahui Pulau Kalimantan memiliki jalur mudik yang dibagi berdasarkan masing-masing provinsi.

Untuk Kalimantan Timur jalur yang dilalui mulai dari Samarinda hingga Batu Aji dengan panjang mencapai 517,841 km. Rute ini membentang dari Batu Aji menuju Kuaro lanjut ke Kademan hingga ke Penajam. Jalur berikutnya adalah Balikpapan menuju Samarinda, berlanjut ke Bontang hingga Sangata.

Untuk Kalimantan Selatan, rute mudik yang dipersiapkan menghubungkan Kelimantan Timur dengan Kalimantan Tengah sepanjang 232,624 km. Rute ini membentang dari batas Kalimantan Timur melewati jalur Barabai menuju Kandangan kemudian ke Martapura berlanjut ke Banjarmasin hingga terhubung ke Kalimantan Tengah.

Di Kalimantan Tengah, rute mudik melanjutkan jalur yang ada dari Kalimantan Selatan dan terus tersambung menuju utara. Jalur ini menghubungkan Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Barat sepanjang 815 km. Rute ini membentang dari Kalimantan Selatan melewati Kapuas, Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun hingga terhubung ke Kandangan.

Terakhir rute di Kalimantan Barat membentang dari Kalimantan Tengah terus berlanjut ke utara yakni dari Tayan hingga Putussibau sepanjang 248 km. Jalur ini menghubungkan Tayan, Sosok, Sanggau hingga ke Putussibau.

"Kalimantan, jalur Lebaran dimulai dari Samarinda terus berlanjut ke utara. Ke Banjarmasin, terus ke utara terus ke Bontang dan terus ke utara," jelasnya.

Adapun titik-titik yang perlu diamati terutama adalah ruas jalan yang terpisah secara geografis sehingga memerlukan jembatan sebagai penghubung. Namun beberapa pekerjaan jembatan belum sepenuhnya tuntas sehingga Dirjen Bina Marga bekerjasama dengan dinas perhubungan di daerah untuk menyediakan angkutan penyeberangan.

"Titik krusial, karena belum selesai Jembatan Pulau Balang (Balikpapan-Penajam Paser Utara). Titik krusial Jembatan Tayan (Sanggau, Kalimantan Barat) yang belum selesai. Kita akan bekerjasama dengan perhubungan dalam penyediaan angkutan penyeberangan," pungkasnya.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads