Di depan CT dan rombongan, Dahlan yang memakai sepatu olahraga dan kemeja putih menceritakan cara menjaga beras Bulog dari penurunan kualitas dan serangan kutu.
"Kutu nggak ada. Mulai tahun ini dipakai plastik," kata Dahlan di Gudang Beras Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (13/6/2014).
Dahlan menceritakan konsep melindungi kualitas beras tersebut mulai dilakukan tahun ini. Bulog memiliki hampir 2 juta ton beras, akibatnya kualitas beras menurun karena harus tersimpan di gudang dalam waktu lama. Alhasil, dengan memakai teknik sederhana dan murah, kualitas beras Bulog dapat terjaga dalam waktu lama.
"Stok sampai 2 juta ton, itu besar sekali nggak terserap pasar sehingga kualitas turun. Mulai tahun ini pakai teknik sederhana," tuturnya.
Di tempat yang sama, Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso menyebut dengan perlindungan memakai plastik, kualitas suhu dan kelembaban dapat terjaga. "Kadar air asli 14% karena ini hampa. Ini suhu stabil," ucapnya.
Untuk menjaga kualitas beras, Bulog cukup mengeluarkan biaya Rp 140 per kg. "Ini paling murah dari skema lain. Ini bisa dipakai 5 kali untuk 5 tahun," ujarnya.
(feb/hds)










































