Tahun Ini Total Anggaran Perawatan Jalan Pantura Rp 1,8 T, Naik 38%

Tahun Ini Total Anggaran Perawatan Jalan Pantura Rp 1,8 T, Naik 38%

- detikFinance
Jumat, 13 Jun 2014 12:26 WIB
Tahun Ini Total Anggaran Perawatan Jalan Pantura Rp 1,8 T, Naik 38%
Bogor - Kementerian Pekerjaan Umum mencatat total alokasi anggaran perawatan jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) di 2014 mencapai Rp 1,8 triliun. Jumlah ini meningkat dari anggaran tahun lalu yang hanya Rp 1,28 triliun atau naik sekitar 38%.

Anggaran pemeliharaan Pantura tahun ini terdiri dari Rp 1,3 triliun untuk dana pemeliharaan dan perbaikan, dan Rp 500 miliar tambahan anggaran untuk penanggulangan banjir yang sempat merendam jalur tersibuk di Pulau Jawa ini pada awal tahun.

"Rp 1,3 triliun di seluruh pantura adalah anggaran yang harus diselesaikan sampai akhir Desember nanti. Penyerapan anggaran baru 25%, sedangkan realisasi fisiknya baru 30%," kata Dirjen Bina Marga Djoko Murjanto di Padjadjaran Suites Hotel, Bogor, Kamis malam (12/6/2014).

Jalur pantura memiliki panjang mencapai 1.300 km, dengan struktur tanah yang merupakan tanah lempung dengan sifat elastis sehingga membutuhkan pengerasan dengan beton agar konstruksi jalan menjadi lebih padat dan dapat bertahan lebih lama.

Djoko mengatakan, untuk tahun 2014 ini ditargetkan akan ada penambahan pembetonan baru hingga 75 km di Pantura. Target ini meningkat dari realisasi tahun lalu yang hanya mencapai 65 km. Saat ini, total pembetonan di Jalur Pantura telah mencapai 300 km.

"Target Pembetonan tahun ini sekitar 75 km, tahun lalu 65 km," kata Djoko.

Realisasi dari target 75 km pembetonan, baru mencapai 20 km. Biaya pembetonan sekitar 20 km di Pantura telah menyerap anggaran Rp 325 miliar atau sekitar 25% dari total dana Rp 1,3 triliun.

"Yang sudah selesai beton baru 20 km, tersebar ya, jadi nggak satu ruas nyambung terus. Karena kan rigid ini bukan satu-satunya solusi perkerasan. Jadi case by case," tuturnya.

Sementara itu, Kasubdit Wilayah IIA direktorat Bina Pelaksana Wilayah II Dirjen Bina Marga Singgih Karyawan menyebutkan dengan pengerasan ini, jalur pantura dapat bertahan jauh lebih lama ketimbang hanya menggunakan aspal.

"Umur rigid 20 tahun dalam kondisi ideal, dengan asumsi jumlah lalu lintas dan beban dengan MST (Muatan Sumbu Terberat) 10 ton. Kalau aspal hanya bisa bertahan sekitar 5-10 tahun," ungkapnya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads