Ini pun yang kemudian menjadi alasan CEO Newmont Mining Corporation Gary J Goldberg datang langsung dari Amerika Serikat (AS) untuk bertemu dengan Menko Perekonomian Chairul Tanjung (CT).
Goldberg berharap semua masalah yang menyebabkan penghentian kegiatan pertambangannya dapat selesai dengan segera. Tentunya yang menguntungkan bagi pemerintah dan Newmont sendiri. Agar para pekerja yang sudah dirumahkan dapat kembali bekerja.
"Kita ingin semuanya selesai agar kita bisa panggil kembali pekerja dan kontraktor sehingga operasi bisa kembali normal," ungkap Goldberg di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/6/2014)
Sejauh ini, menurutnya pemerintah sudah dapat bekerjasama dengan baik. Kerjasama ini akan dilanjutkan untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada.
"Kami menghargai waktu yang diberikan pemerintah. Kita akan terus bekerjasama dengan pemerintah," terangnya.
Sebelumnya, pihak Newmont menegaskan untuk meminimalkan biaya pengeluaran dan menjaga kemampuan serta kesiapan perusahaan untuk kembali beroperasi, sekitar 80% dari 4.000 karyawan di Batu Hijau akan ditempatkan dalam status standby dengan pemotongan gaji mulai 6 Juni 2014. Artinya ada sekitar 3.200 karyawan yang kena kebijakan ini.
Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggar (NNT) Martiono Hadianto mengatakan pihaknya tetap melakukan pembicaraan dengan pemerintah guna mencari jalan keluar atas masalah ekspor ini.
"Kami berharap bahwa dialog yang terus dilakukan dengan pemerintah akan dapat memberikan jalan keluar masalah ini dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Martiono.
Ia mengatakan pihaknya meminta dengan hormat agar pemerintah dapat mengizinkan NNT untuk dapat melanjutkan kegiatan operasinya secara normal dengan mengizinkan perusahaan melakukan ekspor konsentrat tembaga, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam KK, sampai masalah ini terselesaikan.
"Ini demi melindungi pekerjaan dan hak-hak serta kepentingan para pemangku kepentingan perusahaan," pungkasnya.
(mkl/ang)











































