Bisnis Keamanan Dapat Berkah dari Piala Dunia

Bisnis Keamanan Dapat Berkah dari Piala Dunia

- detikFinance
Minggu, 15 Jun 2014 09:59 WIB
Bisnis Keamanan Dapat Berkah dari Piala Dunia
Jakarta - Piala Dunia telah resmi dihelat di Brasil hingga pertengahan Juli mendatang. Para penggemar dan turis dari berbagai negara datang ke Negeri Samba untuk menyaksikan pesta sepakbola terbesar di dunia.

Di antara mereka yang datang ke Brasil, ada pula para selebritas maupun miliuner. Misalnya aktor tenar Hollywood, Leonardo di Caprio, atau si super kaya pemilik Manchester City Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan.

Tidak seperti fans atau turis pada umumnya, mereka membutuhkan perhatian khusus untuk sekedar menonton sepakbola secara langsung di stadion. Seperti dikutip dari CNN, Minggu (15/6/2014), para fans elit ini menghabiskan puluhan ribu dolar AS untuk menyewa mobil anti peluru, pengawal pribadi, bahkan helikopter jika diperlukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut data iJET, perusahaan penyedia jasa keamanan, diperkirakan ada 30.000-60.000 orang yang akan menghabiskan dana US$ 10.000-20.000 (Rp 100-200 juta) per orang demi keamanan mereka selama di Brasil. Industri ini diramalkan akan mendapat ‘durian runtuh’ senilai US$ 12 juta (Rp 120 miliar).

John Rose, COO iJET, mengatakan bahwa kebanyakan orang-orang ini datang ke Piala Dunia untuk keperluan bisnis. Maklum, Piala Dunia adalah ajang pemasaran yang sangat ampuh sehingga banyak perusahaan kelas kakap yang mengirim eksekutif mereka ke turnamen tersebut.

“Perusahaan-perusahaan ini mengirimkan orang-orang penting ke Brasil. Mereka tentu membutuhkann perlindungan khusus. Banyak perusahaan yang tidak mengerti risiko di sini,” kata Rose.

iJET, lanjut Rose, menangani klien-klien papan atas meski dia enggan menyebutkan nama untuk alasan keamanan. Layanan yang disediakan beragam, mulai dari masukan daerah-daerah yang perlu dihindari sampai mengeluarkan klien dari situasi yang berbahaya seperti penculikan. “Kami yang bernegosiasi, kami yang mengurus hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Brasil memang negara yang berbahaya. Setelah Meksiko dan Nigeria, Brasil adalah negara dengan risiko penculikan terbesar. Menurut Rose, biasanya penculik meminta tebusan antara US$ 25.000 sampai US$ 2.000.000 (Rp 250 juta-20 miliar).

Meski begitu, Rose menegaskan kemungkinan penculikan di Brasil relatif kecil. Orang asing kebanyakan menjadi korban kejahatan jalanan. “Namun kejahatan jalanan di Brasil cenderung lebih keras,” katanya.

Menurut Joe Biundini, Presiden FAM International Group Divisi Brasil (sebuah perusahaan jasa keamanan), masalah terbesar yang dihadapi klien-klien kelas kakap adalah transportasi. “Bagaimana bisa memindahkan klien dari titik A ke titik B dengan begitu banyaknya aksi demonstrasi. Itu tantangan terbesar kami,” katanya.

Oleh karena itu, permintaan sewa mobil anti peluru meningkat pesat. Padahal biayanya tidak murah, sekitar US$ 1.500-3.000 (Rp 15-30 juta) per hari.

Biundini telah mempersiapkan rute-rute alternatif jika terjadi aksi demonstrasi. Tidak hanya itu, klien juga dikondisikan untuk naik helikopter jika jalan darat sudah tidak memungkinkan.

(hds/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads