Kemendag Toleransi Pedagang Daging Ambil Untung 5-10%

Kemendag Toleransi Pedagang Daging Ambil Untung 5-10%

- detikFinance
Minggu, 15 Jun 2014 12:43 WIB
Kemendag Toleransi Pedagang Daging Ambil Untung 5-10%
Jakarta - Kementerian Perdagangan meminta para pedagang untuk tidak mengambil keuntungan yang berlebihan dari penjualan daging sapi. Apalagi akan memasuki masa Ramadhan dan Idul Fitri, kala permintaan sedang tinggi.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina mengharapkan peran serta pedagang untuk mengendalikan harga daging meskipun ada kesempatan untuk mengambil keuntungan lebih. Ia masih memahami jika kenaikan harga daging berkisar 5-10%.

"Kita ingin pedagang boleh mengambil keuntungan, tapi jangan berlebihan. Kita masih memahami kenaikan itu di sekitar 5-10%," tutur Srie kepada detikFinance, Minggu (15/6/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, lanjut Srie, dari harga daging yang seharusnya pada kisaran Rp 88.000 per kg ditambah dengan keuntungan Rp 5.000 per kg (kisaran 5-10%), maka hanya akan sebesar Rp 93.000/kg. Keuntungan sebesar itu sudah cukup untuk pedagang.

Meski demikian, Kemendag akan terus berupaya agar harga daging sapi bisa turun dari yang sekarang sekitar Rp 98.000 per kg. "Kita nggak ingin bertarget yang muluk-muluk, tapi intinya semakin berkurang. Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 3.000, itu akan berarti buat masyarakat," ucap Srie.

Diketahui, harga daging sapi bobot hidup yang diimpor tercatat pada kisaran Rp 33.000-34.000 per kg, sedangkan sebelumnya Rp 39.000 per kg.

Dari sapi hidup tersebut, kemudian dipotong sampai berbentuk karkas (tulang dan daging) sehingga harganya berubah menjadi Rp 68.000 per kg. Ditambah dengan biaya lainnya, harga daging sapi yang dijual harusnya menjadi sekitar Rp 85.000-88.000 per kg.

(mkl/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads