Pengusaha: Capres Harus Punya Strategi Hadapi Pasar Bebas ASEAN 2015

Pengusaha: Capres Harus Punya Strategi Hadapi Pasar Bebas ASEAN 2015

- detikFinance
Minggu, 15 Jun 2014 14:18 WIB
Pengusaha: Capres Harus Punya Strategi Hadapi Pasar Bebas ASEAN 2015
Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengharapkan para capres-cawapres dan cawapres yang bertarung pada Pilpres 2014 memaparkan strategi untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Strategi ini diharapkan bisa diketahui dalam debat capres malam ini yang bertema 'Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat'.

"Pengetahuan dan kemampuan para capres dalam menghadapi pasar bebas negara-negara Asia Tenggara perlu diuji," tutur Bendahara Umum BPP HIPMI, Bayu Priawan Djokosoetono, dalam keterangan tertulisΒ yang diterima detikFinance, Minggu (15/6/2014).

Menurut Bayu, strategi para capres itu penting diketahui karena MEA 2015 akan berlangsung tidak lama setelah pemerintahan mendatang terbentuk. Dunia usaha perlu diyakinkan bahwa presiden terpilih benar- benar mempunyai konsep dan strategi yang jelas bagaimana pemerintahan mendatang menghadapi MEA 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, lanjut Bayu, banyak kalangan yang pesimis melihat persiapan Indonesia memasuki MEA 2015. Daya saing yang belum memuaskan dan iklim investasi yang belum sepenuhnya mendukung dunia usaha harus menjadi prioritas pembenahan.

Ditambah lagi kesiapan para pelaku usaha di bidang Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku UMKM di daerah-daerah yang belum memahami apa dan seperti apa MEA 2015.

Melansir data dalam laporan Global Competitive Report 2012-2014, Indonesia menempati urutan ke-38 dari 148 negara untuk daya saing industri logistik. "Melihat data ini, tentu harus jadi perhatian pemerintah. Kita harus meningkatkan tingkat daya saing," sebut Bayu, yang juga Chairman Blue Bird Group Holding.

Peran pemerintah, demikian Bayu, menjadi faktor penting dalam menghadapi MEA 2015. Pemerintah harus merumuskan kebijakan yang menunjukkan keberpihakan kepada para pengusaha lokal, termasuk kemudahan akses permodalan.

(zul/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads