"Pengetahuan dan kemampuan para capres dalam menghadapi pasar bebas negara-negara Asia Tenggara perlu diuji," tutur Bendahara Umum BPP HIPMI, Bayu Priawan Djokosoetono, dalam keterangan tertulisΒ yang diterima detikFinance, Minggu (15/6/2014).
Menurut Bayu, strategi para capres itu penting diketahui karena MEA 2015 akan berlangsung tidak lama setelah pemerintahan mendatang terbentuk. Dunia usaha perlu diyakinkan bahwa presiden terpilih benar- benar mempunyai konsep dan strategi yang jelas bagaimana pemerintahan mendatang menghadapi MEA 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambah lagi kesiapan para pelaku usaha di bidang Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku UMKM di daerah-daerah yang belum memahami apa dan seperti apa MEA 2015.
Melansir data dalam laporan Global Competitive Report 2012-2014, Indonesia menempati urutan ke-38 dari 148 negara untuk daya saing industri logistik. "Melihat data ini, tentu harus jadi perhatian pemerintah. Kita harus meningkatkan tingkat daya saing," sebut Bayu, yang juga Chairman Blue Bird Group Holding.
Peran pemerintah, demikian Bayu, menjadi faktor penting dalam menghadapi MEA 2015. Pemerintah harus merumuskan kebijakan yang menunjukkan keberpihakan kepada para pengusaha lokal, termasuk kemudahan akses permodalan.
(zul/hds)











































