Timing Kenaikan BBM Tidak Pas

Timing Kenaikan BBM Tidak Pas

- detikFinance
Rabu, 22 Des 2004 21:23 WIB
Jakarta - Kenaikan harga elpiji, Pertamax dan Pertamax Plus dipenghujung tahun di penghujung tahun dinilai tidak tepat. Namun jika kenaikan dilakukan mulai Januari 2005, akan cukup berasalan karena pemerintah harus berhemat pemakaian subsidi yang selama ini cukup besar, yakni Rp 70 triliun."Timing kenaikan BBM tidak pas. Namun kalau kenaikan pada bulan Januari cukup beralasan karena Kita harus berhemat pemakaian subsidi yang selama ini sebesar Rp. 70 triliun, bisa dikurangi menjadi Rp. 35 triliun," kata pengamat perminyakan Kurtubi kepada wartawan di Blora Center, Jalan Teluk Betung, Rabu (22/12/2004).Dengan kenaikan diawal tahun, lanjut Kurtubi, maka sisa dana subsidi bisa dialokasikan untuk pembangunan lain, seperti infrastuktur maupun lapangan kerja.Menurut guru besar Fakultas Ekonomi UI ini, kenaikan harga BBM adalah dampak langsung dari UU migas yang mengubah status pertamina menjadi persero. Akibatnya, Pertamina berubah menjadi menjadi unit usaha yang harus selalu cari untung.Sementara itu, ketika diminta komentar soal keputusan MK yang mengabulkan sebagian judiviel riview, Kurtubi mengaku kecewa. "Kelihatannya liberalisasi migas akan terus melaju yang sangat jelas bertentangan dengan pasal 33 UUd 1945. Sebagai pengamat saya melihat untuk elpiji dimana pasar masih satu pemain maka pemerintah wajib ikut campur dalam penentuan harganya," ujarnya (jon/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads