Pertamina: Kenaikan BBM Pilihan Terakhir

Pertamina: Kenaikan BBM Pilihan Terakhir

- detikFinance
Rabu, 22 Des 2004 22:49 WIB
Jakarta - Keputusan kenaikan harga Elpiji, pertamax dan pertamax plus yang ditetapkan oleh Pertamina merupakan tindakan terakhir yang harus diambil oleh BUMN ini. Salah satu alasannya bahwa Pertamina selalu merugi dan harus mencapai target keuntungan pada tahun ini karena Pertamina telah berbentuk Persero. Demikian diungkapkan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ari H. Soemarno kepada wartawan di Blora Center, Jl Teluk Betung, Jakarta Pusat, Rabu (22/12/2004)."Kami tidak punya pilihan lain karena kita berbentuk Persero, kami punya target tidak rugi dan mencari untung. Sampai sekarang subsidi kas pertamina untuk elpiji lebih dari Rp 1 triliun, maka dengan harga Rp 4.250/kg tidak ada subsidi lagi," ujar Ari Sumarno.Lebih jauh Soemarno menambahkan, Pertamina lama kelamaan merugi dengan pemberian subsidi return of investment dan return on equity akan jadi rendah dan akan mendapatkan penilaian negatif. Semua bahan bakar minyak, kata Soemarno, kenaikannya diatur pemerintah. Pertamina hanya sebagai pelaksana dan elpiji sebenarnya bukan barang yang di subsidi pemerintah jadi semua menjadi beban Pertamina maka Pertamina menghitung kenaikannya berdasarkan kaidah harga pasar. "Kenaikan ini adalah refleksi harga pasar sekarang. Pertamina hanya ambil untung di elpiji 7% sedangkan 93% merupakan biaya produksi karena sekarang kita net imported murni dalam minyak mentah, dulu sehari kita bisa produksi 1.5 juta per barel sekarang hanya 1 juta perbarel," ujarnya. (jon/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads