Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan saat ini proses pembangunan proyek ini baru selesai evaluasi desain oleh konsultan asing.
"Kita minta tenaga ahli untuk mengevaluasi desain kita. Desainnya sedang kita pertajam," kata Djoko ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/6/2014).
Djoko mengatakan, setelah proses tersebut maka dilakukan proses lelang dan diharapkan lelang akan diselesaikan pada akhir tahun ini, sehingga pembangunan bisa segera dilakukan. "Kita mulai bangun awal 2015," katanya.
Ia menargetkan, pembangunan bisa selesai dalam waktu paling lambat 2 tahun. Dengan demikian, masyarakat bisa menggunakan jalur tersebut di 2017. "Selesai 1,5 atau 2 tahun lah itu pembangunannya," tutur Djoko.
Terowongan Cadas Pangeran dirancang sepanjang 500 meter di bawah perut perbukitan kawasan Cadas Pangeran. Terowongan ini disebut-sebut sebagai terowongan tol terpanjang dan pertama (terowongan tertutup) di Indonesia. Keberadaan terowongan yang menjadi bagian jaringan tol seksi II proyek Tol Cisumdawu (Bandung-Sumedang) akan menjadi alternatif jalan umum cadas pangeran yang rentan longsor
Tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 60,28 km dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 triliun. Rencana konstruksi akan dibagi dalam enam seksi yaitu seksi I Cileunyi-Tanjungsari sepanjang 9,80 km, seksi II Tanjungsari Sumedang sepanjang 17,51 km, Seksi III Sumedang-Cimalaka 3,73 km, Seksi IV Cimalaka-Legok 6,96 km, Seksi V Legok-Ujungjaya 16,35 km, dan seksi VI Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 km.
(zul/hen)











































