Ketika sesi tanya-jawab antar capres, Jokowi bertanya kepada Prabowo soal bagaimana cara mantan Danjen Kopassus itu meningkatkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dari situ diketahui bahwa Prabowo tidak mengerti kepanjangan dari TPID.
Menurut Tony Prasetiantono, pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, pertanyaan Jokowi kepada Prabowo terlalu teknis. Padahal, yang terpenting adalah bagaimana langkah konkret untuk mewujudkan janji-janji Prabowo.
"Jadi memang yang teknis presiden nggak perlu tahu. Pertanyaan TPID menurut saya terlalu teknis, presiden ya tidak harus selalu tahu soal teknis. TPID ya itu memang tugasnya daerah, bukan presiden," terang Tony di Jakarta, Selasa (17/6/2014).
Oleh karena itu, Tony menilai sebenarnya Jokowi sendiri belum terlalu memahami persoalan ekonomi. Jokowi lebih mengandalkan program-program seperti Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.
"Masing-masing capres kelihatannya belum paham betul soal ekonomi, termasuk Jokowi. Jadi saat Jokowi ditanya apa jawabnya apa, pertanyaan dan jawaban tidak pas," tegas Tony.
Secara umum, Tony beranggapan Jokowi apa yang dikemukakan lebih menukik ke program-program tertentu. Sementara Prabowo lebih konseptual.
(drk/hds)











































