Follow detikFinance
Selasa 17 Jun 2014, 11:58 WIB

Bertanya TPID ke Prabowo, Ekonom Ini Sebut Jokowi Ingin Pamer

- detikFinance
Bertanya TPID ke Prabowo, Ekonom Ini Sebut Jokowi Ingin Pamer
Jakarta - Para calon presiden telah menjalani debat kandidat membahas persoalan ekonomi pada akhir pekan lalu. Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) telah mengemukakan visi-misi mereka di bidang ekonomi.

Ketika sesi tanya-jawab antar capres, Jokowi bertanya kepada Prabowo soal bagaimana cara mantan Danjen Kopassus itu meningkatkan peran Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dari situ diketahui bahwa Prabowo tidak mengerti kepanjangan dari TPID.

Jokowi memang tidak asing dengan TPID. Pada 2012, Jokowi pernah mendapatkan penghargaan dari TPID karena dinilai mampu menjinakkan inflasi di kota yang dipimpinnya kala itu, Solo.

Ketika itu, Jokowi mendapatkan penghargaan langsung dari presiden yang diwakili Hatta Rajasa yang masih menjabat sebagai Menko Perekonomian. Kini, Hatta adalah calon wakil presiden Prabowo.

"Perkembangan inflasi dalam 5 tahun terakhir menurun dari 6% pada 2007 menjadi 4-5%. Ini tidak lepas dari peran pemda dalam mengatur kestabilan harga," ucap Gubernur Bank Indonesia (BI) saat itu, Darmin Nasution.

Menurut Tony Prasetiantono, pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, pertanyaan Jokowi soal TPID terlalu teknis. Padahal, yang terpenting adalah bagaimana langkah konkret untuk mewujudkan janji-janji Prabowo.

"Jadi memang yang teknis presiden nggak perlu tahu. Pertanyaan TPID menurut saya terlalu teknis, presiden ya tidak harus selalu tahu soal teknis. TPID ya itu memang tugasnya daerah, bukan presiden," terang Tony di Jakarta, Selasa (17/6/2014).

Maruarar Sirait, Ketua DPP PDI-P, menolak anggapan tersebut. Menurutnya, penting bagi seorang presiden untuk mengetahui upaya pengendalian inflasi.

"Ini harus diketahui oleh presiden, karena terkait langsung dengan kepentingan masyarakat. Jangan bicara kedaulatan pangan kalau tidak tahu caranya," tegas Maruarar.

TPID, lanjut Maruarar, adalah salah satu sistem untuk memantau perkembangan harga. Tim tersebut memiliki data-data pasokan dan permintaan pangan di berbagai daerah. Data tersebut penting untuk menentukan arah kebijakan stabilisasi harga.

Jelang Ramadhan-Idul Fitri, tambah Maruarar, mengetahui perkembangan harga semakin penting. "Mas Jokowi sudah terbukti dapat penghargaan," ujarnya.

Melalui pertanyaannya dalam debat capres, Tony menyebut bisa jadi Jokowi ingin menunjukkan keberhasilannya di TPID. Namun Maruarar lagi-lagi menepis anggapan itu.
"Bukan show off (pamer) lah. Ini memang kenyataan, faktanya begitu" kata Maruarar.

Penghargaan tersebut, demikian Maruarar, tidak diperoleh dengan mudah. "Itu kan BI yang memberikan, tentunya dengan ukuran-ukuran yang jelas dan tidak semua daerah mendapatkan penghargaan. BI itu institusi independen," tuturnya.
(hds/dnl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed