Hal itu dikemukakan oleh Chairul Tanjung, Menko Perekonomian, di kantornya, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (17/6/2014). Penghematan di Kemenko Perekonomian akan dilakukan dengan cara memotong anggaran perjalanan dinas, seminar, pembelian kendaraan, dan sebagainya.
"Yang pasti kita akan potong bahwa perjalanan dinas. Anggaran menteri kita potong, anggaran sekretariat menteri kita potong, seminar kita potong, anggaran yang tidak perlu seperti pembelian mobil dinas kita potong, pembangunan gedung kita potong. Semuanya terkait dengan kenyamanan pejabat kita potong," papar pria yang akrab disapa CT itu.
Meski ada pemotongan anggaran, CT menjamin tidak akan mempengaruhi program kerja kementeriannya. "Tidak ada satu rupiah untuk operasional diganggu," tegasnya.
Secara keseluruhan, pemerintah memotong anggaran kementerian/lembaga sebesar Rp 43 triliun. Lebih rendah dibandingkan rencana sebelumnya, yaitu Rp 100 triliun.
CT menilai penghematan anggaran sebesar Rp 43 triliun tidak terlalu besar sehingga tidak mempengaruhi operasional dan kinerja pemerintahan. "Pemotongannya tidak terlalu besar tentu akan baik, nanti efesiensinya bisa dilakukan ke hal-hal yang tidak berdampak kepada growth, tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat, dan tidak berdampak pada sosial-politik," paparnya.
Ia pun meminta seluruh kementerian untuk memotong anggaran yang tidak perlu seperti perjalanan dinas. Meski ada penghematan, CT optimistis Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 5,5% pada tahun ini.
"Artinya semua anggaran yang dihemat yang bersifat misalnya perjalanan dinas, seminar-seminar, renovasi kantor, pembelanjaan kendaraan dinas itu untuk sementara tidak kita lakukan. Kalau kita bisa di atas 5% saja dalam keadaan dunia seperti sekarang itu sudah baik. Tapi kita akan berupaya untuk bisa mencapai di 5,5%," terangnya.
(wij/hds)










































