Cerita Pengusaha Rendang Soal Lonjakan Harga Daging Sapi

Cerita Pengusaha Rendang Soal Lonjakan Harga Daging Sapi

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2014 07:38 WIB
Cerita Pengusaha Rendang Soal Lonjakan Harga Daging Sapi
Jakarta - Beberapa bulan terakhir, harga daging sapi melejit sehingga beberapa kalangan kena dampaknya. Salah satunya adalah pedagang rendang yang harus memutar otak agar tetap bertahan.

Penjual rendang Erika, asal Payakumbuh, Sumatera Barat mengatakan, dirinya sempat kebingungan dengan harga daging sapi yang tak kunjung turun selama 5 bulan. Ia enggan menaikkan harga produk yang dijualnya karena terkait daya beli konsumen.

"Sekarang keadaan ibu jualan ini memang susah. Kalau dinaikan harganya susah jualnya, kelapa naik, daging naik, cuma cabai yang murah," kata Erika saat ditemui detikFinance di Pameran Sumatera Barat Food and Craft di Kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, (17/6/2014).

Ia mengatakan, harga daging sapi yang berlaku di pasaran di Sumatera Barat berkisar di harga Rp 100.000/kg dari normalnya Rp 80.000/kg. Untungnya, Erika punya pelanggan setia seorang penjual daging yang memberikannya harga khusus.

"Kalau ke pelanggan dia kasih harga Rp 85.000/kg," tambahnya.

Erika mengaku akan sangat kesulitan jika harga daging yang merupakan bahan baku pokok rendang harganya mencapai Rp 100.000/kg. "Kalau naik Rp 100.000/kg baru merasa nggak ada untungnya. Sekarang saja sudah tipis," katanya.

Ia punya siasat agar tak merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bahan baku daging sapi, yaitu menaikkan harga. Namun itu pun disertai kekhawatiran barang jualannya akan sepi pelanggan.

"Kalau lebaran apalagi akan naik. Saya juga akan naikkan harga, tapi pas hari Lebaran saja. Setelah itu diturunkan lagi. Misalnya rendang basah Rp 200.000/kg akan dinaikkan jadi Rp 250.000/kg. Setelah itu saya turunkan lagi," ungkap ibu 5 orang anak ini.

(zul/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads