Vice President Public Relation PT KAI (Persero) Sugeng Priyono mengungkapkan rencana ini bukanlah hal yang baru tetapi sudah ada sejak 2 tahun lalu. Tetapi setelah ditunggu hingga 2 tahun, pembangunan oleh pemerintah tak kunjung terwujud.
"Rencana ini sudah ada sejak 2 tahun. Intinya membantu mengurai kemacetan dan menertibkan Pelabuhan Tanjung Priok. Anggaran dari pemerintah," kata Sugeng kepada detikFinance, Rabu (18/06/2014).
Menurut Sugeng, PT KAI merespons baik rencana ini. Bahkan bila perlu rencana ini dilakukan tidak saja di Pelabuhan Tanjung Priok tetapi untuk pelabuhan lainnya.
"Kita mau bantu secara maksimal. Semuanya kita maksimalkan. Selain Priok yang sudah ada jaringan rel hingga dermaga pelabuhan, ada lagi Surabaya, Semarang, dan Cirebon," imbuhnya.
Bila proyek tersebut akan digarap dan diselesaikan tahun ini juga, PT KAI sudah menyiapkan armada pendukung. Sejak tahun 2013 lalu, PT KAI sudah membeli 1.500-1.600 gerbong barang dan 150 lokomotif baru.
"Ini sudah datang secara berkala sejak tahun 2013 lalu untuk maksimalkan double track juga. Tetapi kita ingin simpul rel kereta ke pelabuhan kembali dijalankan dan rel-rel kereta api yang mati diaktifkan kembali," cetusnya.
PT Pelindo II (Persero) selaku operator pelabuhan Tanjung Priok bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator kereta, akan bekerjasama mengurai kemacetan parah di area pelabuhan untuk membantu pemerintah.
Kerjasama ini ditinjaklanjuti melalui pembangunan rel kereta untuk mendukung angkutan peti kemas alias kontainer. Pembangunan rel ini dimaksudkan, memindahkan pengangkutan peti kemas dari truk besar ke moda kereta, hingga masuk ke dalam terminal peti kemas. Karena selama ini area di luar pelabuhan selalu macet, dengan arus truk pembawa kontainer dari atau ke pelabuhan.
Targetnya proses pembebasan lahan hingga konstruksi akan tuntas pada 2015. Target proyek bisa tuntas akhir 2014 tampaknya sulit terwujud karena proses pembebasan lahan.
(wij/hen)











































