Kereta Pelabuhan di Priok Tak Berkembang, Ini Penyebabnya

Kereta Pelabuhan di Priok Tak Berkembang, Ini Penyebabnya

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2014 15:08 WIB
Kereta Pelabuhan di Priok Tak Berkembang, Ini Penyebabnya
Jakarta - Kementerian Perhubungan dengan dukungan PT Pelindo II (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangkitkan kembali transportasi kereta pelabuhan di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selama ini, pengusaha pengguna jasa pelabuhan memilih angkutan truk sebagai alat angkut dibandingkan kereta api karena rel kereta belum masuk ke area bongkar muat pelabuhan.

Vice President Public Relation PT KAI (Persero) Sugeng Priyono menyebut salah satu masalahnya adalah pengangkutan via kereta api dinilai tidak efisien dan ekonomis daripada kereta api. Namun bila ada jaringan rel hingga masuk ke pelabuhan maka akan menjadi daya tarik dunia usaha.

"Biaya pengangkutan kereta api Surabaya-Jakarta nyaris sama dengan ongkos angkut (bongkar muat) barang dari stasiun terdekat menuju kapal. Itu yang menjadikan pengangkutan kereta api tidak menarik. Jadi ini persoalan yang harus diperhatikan," kata Sugeng kepada detikFinance, Rabu (18/06/2014).

Sugeng menjelaskan penggunaan moda transportasi kereta api dari dan menuju kapal laut melalui proses yang begitu panjang. Hal ini disebabkan karena tidak adanya rel kereta api yang menghubungkan langsung antara kereta api dengan kapal laut, sehingga biaya angkut menjadi mahal.

"Sebaiknya rel dibangun hingga ke dalam pelabuhan, jadi langsung masuk ke kapal sehingga tarif lebih hemat," imbuhnya.

Contohnya terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok. Barang yang diangkut dengan kereta api hanya berhenti di Stasiun Pasoso. Kemudian kontainer dari kereta api tersebut dibongkar muat dan dipindahkan ke truk. Truk ini yang menjadi perantara untuk mengantarkan kontainer tersebut menuju dermaga kapal laut.

"Jadi ada proses handling di sini, otomatis ada tambahan biaya. Hasilnya tidak efisien bagi pebisnis," katanya.

Dengan adanya rencana kesepakatan pembangunan jaringan kereta api di dalam Pelabuhan Tanjung Priok antara PT KAI dengan PT Pelindo II (persero) disinyalir akan meningkatkan potensi pengangkutan barang via kereta api termasuk pengurangan kemacetan lalu lintas. Asalkan jaringan rel yang nanti akan dibangun masuk hingga jatung pelabuhan atau dermaga.

"Potensi angkut barang akan lebih meningkat dan otomatis bisnis lebih meningkat. Karena efisien dan tidak ada proses handling tambahan," cetusnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads