DPR Sahkan APBN Perubahan 2014, Ini Rinciannya

DPR Sahkan APBN Perubahan 2014, Ini Rinciannya

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2014 20:45 WIB
DPR Sahkan APBN Perubahan 2014, Ini Rinciannya
Jakarta - DPR akhirnya menetapkan APBN Perubahan 2014 dengan berbagai perubahan asumsi makro ekonomi dan anggaran. Keputusan berlangsung malam ini di ruang paripurna DPR-RI, Senayan, Jakarta.

Pada Rapat Paripurna dalam rangka pembicaraan tingkat II/pengambilan keputusan terhadap RUU Perubahaan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang APBN 2014 dengan asumsi:



  • Pertumbuhan Ekonomi 5,5%
  • Inflasi 5,3%
  • Nilai tukar Rp 11.600 per dolar AS
  • Tingkat suku bunga SPN 3 bulan 6%
  • Harga minyak US$ 105/barel
  • Lifting minyak 818.000 barel per hari
  • Lifting gas 1.224 bopd
  • Lifting migas 2,042 juta bopd

Sedangkan pendapatan negara ditetapkan Rp 1.635,4 triliun dari pendapatan dalam negeri Rp 1.633,1 triliun dan penerimaan hibah Rp 2,3 triliun.

Pendapatan dalam negeri terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 1.246,1 triliun dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 386,9 triliun.

Penerimaan perpajakan terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) non-migas Rp 485,98 triliun, PPh Migas Rp 83,9 triliun, PPN Rp 475,6 triliun, PBB Rp 21,7 triliun, Cukai Rp 117,5 triliun, pajak lainnya Rp 5,2 triliun dan Pendapatan Pajak Perdagangan Internasional Rp 56,3 triliun.

Sedangkan PNBP terdiri dari penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) migas Rp 211,7 triliun, SDA non-migas Rp 29,4 triliun, pendapatan bagian laba BUMN Rp 40 triliun, PNBP Rp 84,97 triliun dan pedapatan BLU Rp 20,9 triliun.

Untuk belanja negara dalam APBN Perubahan 2014 disepakati Rp 1.876,9 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.280,4 triliun dan transfer ke daerah Rp 596,5 triliun.

Untuk belanja pemerintah pusat terdiri atas:



  • Belanja Kementerian/Lembaga Rp 602,3 triliun
  • Belanja Non Kementerian/Lembaga Rp 678,1 triliun yang terdiri atas pengelolaan utang negara Rp 135,5 triliun dan pengendalian subsidi Rp 403 triliun dari subsidi energi Rp 350,3 triliun dan subsidi non energi Rp 52,7 triliun.

Alokasi BBM subsidi, Elpiji dan Bahan Bakar Nabati (BBN) Rp 246,5 triliun, dan volume BBM subsidi Rp 46 juta KL. Sedangkan subsidi listrik diturunkan menjadi Rp 103,8 triliun dari Rp 107,1 triliun.

Namun subsidi tahun berjalan setelah dilakukan penghematan Rp 85,8 triliun, sedanggkan sisanya adalah kekurangan subsidi tahun sebelumnya Rp 21,8 triliun dan carry over ke tahun berikutnya Rp 3,7 triliun.

Sedangkan anggaran pendidikan dalam APBN Perubahan 2014 ditetapkan Rp 375,4 triliun.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads