Apa penyebabnya? Bambang Widjanarko, Marketing Manajer PT Logam Mulia yang merupakan anak usaha Antam, menyatakan ada sejumlah faktor yang mendongrak harga emas.
Pertama adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. "Melemahnya mata uang kita terhadap dolar AS kemarin sekitar 1% dari Rp 11.863 per dolar AS menjadi Rp 11.978 per dolar AS. Ini memberikan andil terbesar pada kenaikan harga emas dalam negeri hari ini," kata Bambang kepada detikFinance, Kamis (19/6/2014).
Kedua, lanjut Bambang, adalah kenaikan harga emas dunia menjadi US$ 1.278 per troy ons dari sebelumnya US$ 1.268 per troy ons. "Jadi keduanya, baik harga emas dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS, kali ini secara bersamaan support menaikkan harga emas," tuturnya.
Ketiga, tambah Bambang, adalah meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di instrumen emas. Kesadaran masyarakat akan perlunya lindung nilai terhadap inflasi semakin tinggi.
"Artinya, banyak pembeli emas batangan yang membeli karena kesadaran akan keperluan melindungi harta mereka dari gerogotan inflasi. Berbeda dengan 2012β2013 yang kebanyakan mengharapkan keuntungan jangka pendek dan berspekulasi membeli emas dengan harapan harganya naik dalam waktu singkat," papar Bambang.
Logam Mulia Antam, menurut Bambang, akan terus berperan dalam mengedukasi masyarakat seputar tujuan dan fungsi emas yang sesungguhnya dalam ketahanan ekonomi masyarakat. "Tanggal 23 Juni 2014, kami akan membuka lagi Butik Emas LM-ANTAM di Banjarmasin untuk melayani dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memiliki asset riil berupa emas murni batangan sebagai instrumen lindung nilai yang sederhana, nyata, dan liquid," teragnya.
(hds/ang)











































