Rizal Djalil Sindir Dahlan Iskan Tak Bisa Hadir di Rakor BPK

Rizal Djalil Sindir Dahlan Iskan Tak Bisa Hadir di Rakor BPK

- detikFinance
Kamis, 19 Jun 2014 11:32 WIB
Rizal Djalil Sindir Dahlan Iskan Tak Bisa Hadir di Rakor BPK
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah menteri dan kepala-kepala instasi membahas perihal lindung nilai alias hedging. Sayang dalam gelaran penting tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

Ketidak hadiran Dahlan sangat disayangkan oleh Kepala BPK Rizal Djalil selaku penyelenggara sekaligus pemimpin rapat kali ini.

"Sayang Pak Dahlan, Bapak Menteri BUMN yang seharusnya menjadi salah satu pengambil keputusan terkait hedging ini tidak datang. Sibuk kampanye atau apa," kata Rizal di kantornya, Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Rizal mengatakan, kehadiran Dahlan dalam acara ini dipandang sangat penting mengingat fungsinya sebagai penanggung dan pengawas kerja Perusahaan-perusahaan pelat merah yang salah satunya menyangkut pengadaan barang dan jasa dari luar negeri.

Pasalnya, dalam transaksi pengadaan yang melibatkan mata uang asing tersebut, penerapan hedging atau lindung nilai adalah hal yang penting untuk diperhatikan.

"Penerapan tansaksi lindung nilai oleh BUMN sangat penting untuk segera dilaksanakan dengan argumen bahwa porsi BUMN dalam pembelian valas di pasar valas domestik sangat dominan terutama dilakukan oleh Pertamina dan PLN yaitu sekitar 30% dari total pembelian valas korporasi," tutur dia.

Alasan lainnya adalah pemenuhan valas BUMN dalam jumlah besar itu dilakukan di hampir seluruh jenis transaksi meliputi Tod (Today Transaction), Tom (Tomorrow Transaction), dan Spot Transaction (pembayaran dua hari setelah transaksi).

"Dengan adanya transaksi lindung nilai tersebut akan berdampak positif pada kestabilan nilai tukar rupiah kuga bermanfaat dalam melindungi BUMN dari kemungkinan kerugian kurs yang lebih besar apabila terjadi gejolak nilai tukar," tambah dia.

Untuk itu, dirinya berharap informasi ini dapat diteruskan oleh pejabat yang hadir agar pemahaman tentang hedging tersebut juga dapat dipahami seluruh pihak terkait termasuk Dahlan Iskan.

"Gak apa-apa lah, biar nanti disampaikan pejabat lain yang lain. Tapi intinya kita berharap ada kesepahaman soal hedging ini," pungkas dia.

Acara yang digelar di Auditorium BPK, Gedung Tower BPK Lt 2. JL. Gatot Subroto No. 3 ini dijadwalkan akan dihadiri oleh Menteri Kuangan Chatib Basri, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman, Jaksa Agung Muda Pidana Kusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung R Widyo Pramono, Deputi Pencegahan KPK Iswan Elmi dan Deputi Bidang Investigasi BPKP Eddy Mulyadi.

Acara ini juga dihadiri oleh para auditor BPK dan pejabat-pejabat eselon I BPK.

Seperti diketahui, Dahlan saat ini sedang berada di luar negeri. Ia baru saja mengunjungi Amerika Serikat (AS), tepatnya di Washington menyaksikan PT INUKI (Persero) dan anak usaha PT Dirgantara Indonesia (Persero) yakni IPTN North America Inc melakukan memorandum of understading (MoU) pengembangan dan produksi nuklir kesehatan yakni low energy uranium bersama SHINE Medical dari AS.

Selepas acara tersebut, Dahlan langsung bertolak ke Aljazair untuk memantau aneka proyek milik PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads