Harga Minyak di Bawah US$ 36, Harga Elpiji Bisa Diturunkan
Kamis, 23 Des 2004 14:18 WIB
Jakarta -
Pertamina berjanji menurunkan harga jual elpiji jika harga minyak mentah dunia di bawah US$ 36 per barel. Pertamina mematok harga elpiji Rp 4.250 per kilogram dengan skenario patokan minyak mentah di dalam negeri US$ 36 per barel. Sementara harga jual minyak dunia saat ini mencapai US$ 45 per barel.Hal ini diungkapkan General Manager Gas Domestik Pertamina A Faisal pada wartawan di kantor Pertamina, Jl Perwira, Jakarta, Kamis (23/12/2004).Faisal mengatakan jika Pertamina tidak menaikan harga elpiji maka Pertamina akan mengalami potensi kerugian sebesar Rp 900 miliar lebih. Pertamina menurutnya baru sekarang ini mengambil keuntungan dari harga jual elpiji yang nilai berkisar Rp 100 hingga Rp 200 per kilogram."Keuntungan ini nantinya akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas Pertamina diantaranya fasilitas timbun Pertamina yang sudah tua," ujarnya.Pertamina, lanjut Faisal, sangat menyadari kenaikan elpiji dirasakan cukup berat. Namun Perlu diingat pengguna elpiji di Indonesia hanya 12 juta. "Dari angka itu hanya 0,5 persen digunakan oleh masyarakat bawah. Artinya sebagian besar pemakai elpiji adalah masyarakat menengah ke atas yang memiliki pendapatan di atas Rp 2 juta. Ini hasil penelitian dan survei yang dilakukan," katanya. Idealnya, kata Faisal, harga minyak mentah dunia adalah US$ 30 per barel sehingga Pertamina dapat mengambil keuntungan dan masyarakat bisa mendapatkan elpiji dengan murah. Namun demikian Pertamina sudah menyiapkan skenario-skenario dalam menaikan harga elpiji karena tidak mungkin Pertamina menaikan harga elpiji sembarangan. "Ini kan perusahaan negara tidak mungkin membebani masyarakat secara berlebihan," terangnya. Adapun skenario tersebut adalah jika harga minyak dunia di bawah US$ 36 per barel maka Pertamina bisa menurunkan kembali harga elpiji. "Patokan itu adalah patokan harga minyak di dalam negeri. Jika kita pakai patokan harga minyak dunia sebesar US$ 45 per barel maka kenaikan akan tinggi sekali," terang Faisal.
(san/)










































