Ini Ide BI Agar RI Tak Bergantung Impor Pangan

Ini Ide BI Agar RI Tak Bergantung Impor Pangan

- detikFinance
Kamis, 19 Jun 2014 13:57 WIB
Ini Ide BI Agar RI Tak Bergantung Impor Pangan
Jakarta - Inflasi yang terjadi di dalam negeri karena gejolak harga kebutuhan pokok khususnya produk hortikultura seperti cabai, bawang, tomat dan lainnya. Bank Indonesia (BI) mendorong pembentukan kluster komoditas pangan untuk menjaga harga dan ketahanan pangan di dalam negeri.

"Kluster komoditas pangan sangat penting, karena komoditas pangan selama ini menjadi sebab inflasi dan defisit perdagangan," ucap Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas di acara Launching Panduan Replikasi Kluster Komoditi Unggulan Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan, di Gedung Bank Indonesia, Kamis (19/6/2014).

Ronald mengatakan, program kluster ini nantinya akan membantu Bank Indonesia untuk meredam gejolak harga yang menjadi penyebab inflasi.

"Kluster dalam panduan yang kita buat ada sebanyak 130 kluster di antaranya ada 59 kluster komoditas pangan. Kita ingin dorong kluster seperti bawang merah, cabai dan sapi bisa sukses karena komoditas itu yang selama ini penyumbang inflasi paling besar," ucapnya.

Ia menambahkan, dengan kluster tersebut terbentuk dan berjalan, jadi tidak hanya berfokus pada produksi saja, namun bagaimana cara pengembangan pasar, distribusi yang baik dan mekanisme harga yang menguntungkan baik dari petani, pedagangan dan konsumen.

"Dengan adanya buku panduan ini dapat meningkatkan kapasitas ekonomi global serta mendukung tugas BI untuk menjaga stabilitas harga," tutupnya.

Seperti diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik, salah satu kontribusi terbesar terhadap inflasi berasal dari bawang mewah 0,4%, cabai 0,3%, beras 0,2%, daging sapi 0,1% dan daging ayam ras 0,1%.

(rrd/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads