"Saya ibaratkan Indonesia seperti gadis cantik, pasti semua orang mau nikahi. Tetapi kadang-kadang gadis cantik punya kebiasaan buruk. Kalau mau dikawini, orang jadi mikir-mikir," kata CT, sapaan akrab Chairul Tanjung, di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (19/6/2014).
Beberapa 'kebiasaan buruk' yang masih dimiliki Indonesia, lanjut CT, di antaranya adalah kepastian hukum, perburuhan, hingga perizinan. Jika berbagai hambatan ini terselesaikan, maka Indonesia akan menjadi primadona investor dunia.
"Kalau masalah hukum, izin, tenaga kerja bisa dibuat lebih baik, maka semua orang akan investasi di Indonesia," ujarnya.
CT pun berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan yang menghambat dunia usaha, baik lokal maupun asing. "Intinya begini. Saya itu orang ingin cepat selesaikan segala sesuatu. Yang bisa diputuskan segera diputuskan. Banyak hal jadi masalah akhirnya bisa diselesaikan. Kalau perlu rakor, langsung rakor," jelasnya.
Sementara itu, CT mendapat penghargaan dari International Chamber of Commerce. Kadin versi global ini mengapresiasi perbaikan yang dilakukan Indonesia dalam hal birokrasi, perburuhan, dan keamanan. "Mereka senang sekali dengan progress yang ada," tuturnya.
(feb/hds)











































