Steering Committee atau Pantia Pengarah dialog Kadin dengan Capres-Cawapres Natsir Mansyur mengatakan setidaknya ada 6 bidang ekonomi yang akan ditanyakan oleh para anggota Kadin.
"Jadi yang akan ditanyakan itu macam-macam terutama soal kondisi aktual ekonomi," kata kepada detikFinance, Jumat (20/6/2014)
Pertama, soal isu konektivitas antar pulau di Indonesia, terutama soal mendorong ekonomi yang efisien dan efektif. Targetnya agar harga barang di dalam negeri bisa terjaga dengan konektivitas yang baik.
Kedua, persoalan infrastruktur di dalam negeri, fokus utamanya soal pembangunan dan pembiayaan infrastruktur. Selama ini Indonesia masih minim pembangunan infrastruktur karena keterbatasan anggaran negara.
Ketiga, persoalan industri dan perdagangan, fokus utamanya akan dibahas soal defisit neraca perdagangan. Sedangkan persoalan industri terkait hilirisasi mineral termasuk persoalan pembangunan smelter.
Keempat, soal kelautan dan perikanan, agar sektor ini bisa dimanfaatkan maksimal untuk pendapatan negara dan kesejahteraan rakyat.
kelautan, fokusnya perikanan masa depan
Kelima, soal tema bidang perkebunan, pertanian dan pangan. Persoalan impor pangan akan menjadi fokus pada bidang ini.
Keenam, persoalan energi, yaitu akan dibahas soal subsidi energi seperti listrik dan BBM, termasuk soal ketersian infrastruktur energi. Khusus untuk BBM dan listrik, apakah akan ada rencana pencabutan subsidinya.
"Goal dari dialog ini kita bisa lebih mendalami visi misi mereka, kita ingin tahu sejauh mana mereka perhatian terhadap dunia usaha," kata Natsir.
Selain itu, Natsir menambahkan acara dialog Kadin sebagai acuan Kadin sebagai kumpulan para pengusaha di Indonesia. Namun ditegaskan Natsir, Kadin akan berada di posisi netral alias tak berpihak ke salah satu pasangan.
"Saya tegaskan Kadin tak berpihak, tapi kalau ditanya saya sebagai pribadi, sebagai pengusaha saya pribadi pilih nomor 2, karena program ekonominya realistis dan aktual," tegas Natsir.
(hen/ang)











































