Mantan Menteri Ini Ingatkan Jangan Gampang Percaya Janji Capres-Cawapres

Mantan Menteri Ini Ingatkan Jangan Gampang Percaya Janji Capres-Cawapres

- detikFinance
Jumat, 20 Jun 2014 16:46 WIB
Mantan Menteri Ini Ingatkan Jangan Gampang Percaya Janji Capres-Cawapres
Sofyan Djalil
Jakarta - Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil mengingatkan kepada masyarakat jangan percaya begitu saja terhadap janji-janji para capres dan cawapres yang tertuang dalam visi-misi mereka. Pasalnya, apa yang disampaikan tidak mengikat.

"Visi-misi yang disampaikan capres-cawapres baik di debat yang diselenggarakan KPU maupun di kampanye tidak ada yang mengikat. Kalaupun sudah menang orang-orang akan lupa," kata Sofyan, ditemui di acara Mantan Menteri dan Gubernur Bank Indonesia Bicara, di Eksekutif Menteng Apartemen, Jakarta, Jumat (20/6/2014).

Oleh karena itu, lanjut Sofyan, masyarakat perlu melihat jejak rekam para calon pemimpin. "Jangan terbuai dengan visi-misi yang disampaikan. Masyarakat harus cermat dalam melihat track record para capres-cawapres," katanya.

Menurutnya, janji pemimpin negara baru bisa dipegang kala sudah tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). "Di RPJMN itu lah yang mengikat," ujar Sofyan.

Sofyan menambahkan, kebanyakan yang dikemukakan para capres-cawapres hanyalah janji-janji manis. Sementara Indonesia masih punya banyak tantangan untuk dihadapi.

"Misalnya defisit anggaran dan bengkaknya subsidi BBM (bahan bakar minyak). Ini harus menjadi perhatian besar, harus dapat dicarikan solusi dan mampu diselesaikan," tegasnya.

Presiden mendatang, tambah Sofyan, juga harus menyusun kabinet yang ditulangpunggungi oleh kalangan profesional dan ahli. "Seperti Pak CT (Chairul Tanjung) saat ini. Bagaimana beliau bekerja keras menyelesaikan masalah yang menumpuk dalam beberapa bulan, di mana sebelumnya masalah-masalah tersebut tidak mampu untuk diselesaikan. Seperti IDD (Eksplorasi laut dalam) di Selat Makasar oleh Chevron, perizinan di sektor migas yang banyak, dan lainnya yang belum selesai," tuturnya.

Untuk dapat memilih menteri-menteri yang profesional, demikian Sofyan, presiden baru jangan sampai terikat pada kepentingan politik transaksional. "Menteri-menteri yang profesional dan kreatif bisa didapat jika presiden yang terpilih tidak memiliki komitmen pada partai koalisi," tegasnya.

(rrd/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads