Hal ini diungkapkan Jokowi dalam dialog dengan kalangan pengusaha Kadin di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (20/6/2014)
"Nggak usah diterangkan saya sudah ngerti, karena saya tahun 1990 sudah berkecimpung di Kadin Solo dan Pak JK tahun 1980 di Sulsel. Jadi mengenai keinginan pengusaha, 100% kita ngerti," jelasnya.
Ia menuturkan masih banyak potensi yang bisa dioptimalkan di dalam negeri. Hanya saja selama ini pelaksanaan di lapangan masih terlambat dalam mengambil keputusan.
"Menurut saya ada potensi yang sangat besar hanya keputusan lapangan yang sering terlambat," sebutnya.
Ada tiga hal penting yang menjadi permasalahan dan harus dibenahi. Pertama adalah dari sisi pembangunan sumber daya manusia.
"Bukan infrastruktur dan bukan yang lainnya, tapi adalah pembangunan manusia. Kenapa? karena dengan pembangunan manusia yang baik memunculkan produktivitas dan etos kerja dan itu daya saing akan lebih meningkat," jelas Jokowi.
Kedua, persoalan infrastruktur, ada beberapa komponen yang sampai sekarang menghambat pembangunan infrastruktur.
"Masalah infrastruktur itu sekarang ini di lapangan adalah yang berkaitan dengan pendanaan, perizinan dan pembebasan lahan. Ini peran pemerintah untuk mendorong sehingga program bisa diselesaikan. Jalan, pelabuhan, itu mudah-mudah sebenarnya," papar Jokowi.
"Ketiga adalah regulasi. banyak Perda yang tidak pro dengan dunia usaha dan investasi. PP (Peraturan Pemerintah) sama. Ini yang harus dipotong dipotong, dipotong, dipotong," pungkasnya.
(mkl/hen)











































