Ini Penilaian Erwin Aksa dan Sandiaga Uno Soal 2 Capres

Ini Penilaian Erwin Aksa dan Sandiaga Uno Soal 2 Capres

- detikFinance
Sabtu, 21 Jun 2014 13:35 WIB
Ini Penilaian Erwin Aksa dan Sandiaga Uno Soal 2 Capres
Jakarta - Pengusaha dalam negeri punya pandangan sendiri soal pasangan calon presiden yang ada saat ini. Semalam, kedua pasangan capres melakukan dialog dengan pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Bosowa Erwin Aksa berpandangan, kedua pasangan capres sama-sama melihat pentingnya peran investasi sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi.

"Saya kira semangatnya bahwa calon presiden dan calon wakil presiden ingin mendorong pertumbuhan. Yang kedua investasi sangat diperlukan. Itu diperlihatkan oleh para calon," kata Erwin usai menghadiri dialog capres Kadin di Djakarta Theater, Jumat malam (20/6/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Ketua Kadin Bidang UKM dan Koperasi tersebut juga memandang, pentingnya peran swasta di dalam menciptakan pertumbuhan. Namun untuk sektor-sektor yang secara bisnis memberikan marjin tipis, bahkan secara keekonomian masih belum baik, sebaiknya dikerjakan dan dibiayai oleh pemerintah.

"Saya kira swasta harus dilihat juga. Nggak semua swasta mampu diberi peran mempercepat. Sektor yang menurut saya nggak terlalu layak itu didorong pemerintah yang bangun. Swasta diberi peran ke sektor yan sangat menarik dari sisi pasar seperti consumer product, otomotif. Ada sektor-sektor yang pemerintah melalui BUMN perlu turun tangan seperti bangun infrastruktur, jalan, listrik. Karena selama ini izin dan lahan jadi hambatan," paparnya.

Di tempat yang sama, bos perusahaan investasi Saratoga dan Recapital Sandiaga Uno memiliki pandangan khusus. Sandi ternyata lebih condong kepada sosok Prabowo. Ia menilai Prabowo memiliki perhatian khusus terhadap kelangsungan bisnis di tanah air.

"Prabowo pas sekali, selain militer dia mantan pengusaha sehingga program detail untuk Indonesia open for business," jelasnya.

Meski mendahulukan kepentingan nasional di dalam mengelola sumber daya alam tanah air, Sandi menyebut Prabowo tidak akan membatasi aktivitas swasta lokal dan asing untuk berinvestasi sepanjang mampu.

"Konsepnya Indonesia incorporated jangan disalahartikan mendahulukan kepentingan nasional. Semua pengelolaan sumber daya alam dinasionalisasi. Tapi kalau dunia usaha bisa bersaing tentu akan diserahkan," katanya.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads