Janji Mobil Nasional Prabowo dan Tol Laut Jokowi

Janji Mobil Nasional Prabowo dan Tol Laut Jokowi

- detikFinance
Senin, 23 Jun 2014 07:41 WIB
Janji Mobil Nasional Prabowo dan Tol Laut Jokowi
Jakarta - Dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto- Hatta Rajasa punya berbagai ide untuk ekonomi Indonesia ke depan.

Prabowo punya janji bangkitkan mobil nasional, sementara Jokowi berniat menggagas tol laut. Seperti apa keunggulan dan kekurangan masing-masing ide tersebut? Simak hasil penelusuran detikFinance, Senin (23/6/2014).

Mobil Nasional

Gagasan ini dilontarkan oleh Capres Prabowo Subianto. Menurut Prabowo kerangka pembuatan mobil nasional sudah ada sejak era 1990-an.

"Saya ingat masa kejayaan Indonesia di tahun 90-an yang dikenal saat itu Macan Asia. Di mejanya pak Aburizal Bakrie ada maket (rancangan) mobil yang ingin dibuat," ungkap Prabowo pekan lalu.

Menurut Prabowo masyarakat Indonesia sangat mendambakan mobil buatan bangsa sendiri. Selama ini mayoritas mobil yang digunakan berasal dari Jepang. "Kita sangat dambakan mobil buatan Indonesia," ujarnya.

Menurut Prabowo, untuk membangun industri mobil di dalam negeri perlu usaha dan kerja keras. Salah satu upaya yang akan dilakukan bila ia terpilih menjadi presiden adalah bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan baik itu pelaku usaha dalam negeri, insinyur, akademisi, dan sebagainya.

"Jadi saya ingin adanya Indonesia incorporated. Saya ingin ada kerjasama antara pelaku usaha dan ekonomi, politisi, buruh, akademisi di kampus kita kerjasama erat untuk menjadi Indonesia incorporated. Kita akan berjuang untuk mendukung itu. Tetapi kalau Anda tidak mau maju-maju, pemerintah akan ambil alih," tegasnya.

Mobil Nasional

Gagasan ini dilontarkan oleh Capres Prabowo Subianto. Menurut Prabowo kerangka pembuatan mobil nasional sudah ada sejak era 1990-an.

"Saya ingat masa kejayaan Indonesia di tahun 90-an yang dikenal saat itu Macan Asia. Di mejanya pak Aburizal Bakrie ada maket (rancangan) mobil yang ingin dibuat," ungkap Prabowo pekan lalu.

Menurut Prabowo masyarakat Indonesia sangat mendambakan mobil buatan bangsa sendiri. Selama ini mayoritas mobil yang digunakan berasal dari Jepang. "Kita sangat dambakan mobil buatan Indonesia," ujarnya.

Menurut Prabowo, untuk membangun industri mobil di dalam negeri perlu usaha dan kerja keras. Salah satu upaya yang akan dilakukan bila ia terpilih menjadi presiden adalah bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan baik itu pelaku usaha dalam negeri, insinyur, akademisi, dan sebagainya.

"Jadi saya ingin adanya Indonesia incorporated. Saya ingin ada kerjasama antara pelaku usaha dan ekonomi, politisi, buruh, akademisi di kampus kita kerjasama erat untuk menjadi Indonesia incorporated. Kita akan berjuang untuk mendukung itu. Tetapi kalau Anda tidak mau maju-maju, pemerintah akan ambil alih," tegasnya.

Tol Laut

Gagasan ini muncul dari Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) konsep tol laut alias 'Pendulum Nusantara'. Jokowi mengatakan konsep tol laut bukan diartikan sebagai jalan aspal yang dibangun di atas laut. Tol laut di sini adalah armada kapal besar yang secara reguler berlayar melayani angkutan logistik dari ujung barat Indonesia ke ujung timur Indonesia dan sebaliknya.

"Saya sampaikan sering mengenai tol laut. Saya jelaskan bukan jalan aspal dibangun di atas laut. Kapal mondar-mandir dari ujung barat dan timur Indonesia," kata Jokowi pekan lalu.

Jokowi menyebut alasan pengembangan konsep tol laut ini di depan pengusaha. Ia mengaku adanya disparitas harga antara wilayah barat dan timur Indonesia membuat moda angkutan laut laut yang terbilang paling murah harus digenjot. Harapannya ongkos logisitk bisa terpangkas dengan tol laut.

"Fakta-fakta di lapangan. Ongkos transportasi mahal. Semen di Papua Rp 700 ribu - Rp 1,2 juta. Di kita sampai Rp 60 ribu (Jawa). Rasa keadilan harus dibangun," ujarnya.

Tol Laut

Gagasan ini muncul dari Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) konsep tol laut alias 'Pendulum Nusantara'. Jokowi mengatakan konsep tol laut bukan diartikan sebagai jalan aspal yang dibangun di atas laut. Tol laut di sini adalah armada kapal besar yang secara reguler berlayar melayani angkutan logistik dari ujung barat Indonesia ke ujung timur Indonesia dan sebaliknya.

"Saya sampaikan sering mengenai tol laut. Saya jelaskan bukan jalan aspal dibangun di atas laut. Kapal mondar-mandir dari ujung barat dan timur Indonesia," kata Jokowi pekan lalu.

Jokowi menyebut alasan pengembangan konsep tol laut ini di depan pengusaha. Ia mengaku adanya disparitas harga antara wilayah barat dan timur Indonesia membuat moda angkutan laut laut yang terbilang paling murah harus digenjot. Harapannya ongkos logisitk bisa terpangkas dengan tol laut.

"Fakta-fakta di lapangan. Ongkos transportasi mahal. Semen di Papua Rp 700 ribu - Rp 1,2 juta. Di kita sampai Rp 60 ribu (Jawa). Rasa keadilan harus dibangun," ujarnya.

Bangun Banyak Waduk

Capres nomor urut 2, Jokowi juga berjanji membangun banyak waduk jika ia berkuasa.Bahkan ia menargetkan bisa membangun hingga 25 waduk untuk mendukung sektor pertanian.

Jokowi menerangkan pembangunan atau pencetakan sawah baru baiknya harus dimulai dengan pembangunan infrastruktur seperti bendungan baru hingga jaringan irigasi yang masuk ke persawahan. Selama ini justru yang terjadi sebaliknya, sehingga tambahan lahan baru tak pernah terjadi.

"Yang harus dibangun dulu bendungan, kemudian irigasi sampai sawah. Itu sekian tahun nggak dikerjakan. Apakah ada bendugan baru dibangun selama ini? Kita targetkan 20-25 bendungan dibangun 5 tahun ke depan. Sawah-sawah 3-4 kali panen, itu semua butuh air," sebutnya.

Untuk pencetakan sawah baru, Jokowi menandang harus adanya penentuan lokasi sawah yang akan dikembangkan.

"Apakah ambil hutan, apakah bekas pertambangan. Tinggal ditentukan. Itu harus ditentukan karena hubungan terkait RTRW (Rancangan Tata Ruang Wilayah) daerah," jelasnya.

Bangun Banyak Waduk

Capres nomor urut 2, Jokowi juga berjanji membangun banyak waduk jika ia berkuasa.Bahkan ia menargetkan bisa membangun hingga 25 waduk untuk mendukung sektor pertanian.

Jokowi menerangkan pembangunan atau pencetakan sawah baru baiknya harus dimulai dengan pembangunan infrastruktur seperti bendungan baru hingga jaringan irigasi yang masuk ke persawahan. Selama ini justru yang terjadi sebaliknya, sehingga tambahan lahan baru tak pernah terjadi.

"Yang harus dibangun dulu bendungan, kemudian irigasi sampai sawah. Itu sekian tahun nggak dikerjakan. Apakah ada bendugan baru dibangun selama ini? Kita targetkan 20-25 bendungan dibangun 5 tahun ke depan. Sawah-sawah 3-4 kali panen, itu semua butuh air," sebutnya.

Untuk pencetakan sawah baru, Jokowi menandang harus adanya penentuan lokasi sawah yang akan dikembangkan.

"Apakah ambil hutan, apakah bekas pertambangan. Tinggal ditentukan. Itu harus ditentukan karena hubungan terkait RTRW (Rancangan Tata Ruang Wilayah) daerah," jelasnya.

Tol Atas Laut

Berbeda dengan Capres Jokowi yang mengusung 'tol laut' berbasis sistem logistik maritim.Β  Duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menjanjikan pembangunan sistem logistik berbasis jalan darat yang dibangun atas laut.

Dalam visi dan misi mereka Agenda dan Program Nyata untuk Menyelamatkan Indonesia, mereka pembangunan jalan tol di atas laut. Sebelumnya sudah ada proyek serupa, yaitu Tol Bali Mandara di Bali.

Dalam dokumen visi misinya, Prabowo-Hatta menyebutkan bakal membangun secara bertahap jalan tol atas laut di beberapa segmen jalur Pantura dan berpotensi terintegrasi dengan jalur kereta. Tol atas laut di Pantura sebenarnya bukan ide baru, karena sudah menjadi gagasan 19 BUMN.

Tol Atas Laut

Berbeda dengan Capres Jokowi yang mengusung 'tol laut' berbasis sistem logistik maritim.Β  Duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menjanjikan pembangunan sistem logistik berbasis jalan darat yang dibangun atas laut.

Dalam visi dan misi mereka Agenda dan Program Nyata untuk Menyelamatkan Indonesia, mereka pembangunan jalan tol di atas laut. Sebelumnya sudah ada proyek serupa, yaitu Tol Bali Mandara di Bali.

Dalam dokumen visi misinya, Prabowo-Hatta menyebutkan bakal membangun secara bertahap jalan tol atas laut di beberapa segmen jalur Pantura dan berpotensi terintegrasi dengan jalur kereta. Tol atas laut di Pantura sebenarnya bukan ide baru, karena sudah menjadi gagasan 19 BUMN.

Tanggapan Pengusaha

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia (INSA), Carmelita Hartoto mengkritisi rencana tol laut yang digagas Calon Presiden nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) dan pasangannya Jusuf Kalla (JK).

Carmelita menyarankan Jokowi terlebih dahulu mengembangkan industri terutama di wilayah Timur Indonesia. Setelah itu baru membangun jaringan tol laut.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Infrastruktur Rachmat Gobel juga ikut angkat bicara.

"Tol Laut Jokowi, idenya bisa saya pahami. Masalahnya ada di cost (biaya) logistik itu. Kapal biasanya mesti ke sini dulu dan ke situ dulu, lalu bolak balik begitu," kata Gobel,

Gobel juga menanggapi kritis soal gagasan Indonesia punya mobil buatan Indonesia yang dijanjikan Prabowo. "Nggak bisa diimplementasikan (mobil nasional). Itu jauh," kata Gobel.

Salah satu hambatan pembangunan serta pengembangan mobil nasional di dalam negeri adalah karena aturan yang dibuat pemerintah. Contohnya tidak berkembangnya industri komponen otomatif di dalam negeri, karena lebih murah dan efisien impor. Padahal industri komponen adalah penopang utama industri otomotif. Hambatan lainnya adalah minimnya sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, serta proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini juga disebabkan regulasi yang pemerintah buat.

Terkait pembangunan waduk dalam jumlah banyak, Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PSPI) Arif Satria berpendapat, sulit bagi Jokowi untuk membangun 25 bendungan baru di Indonesia. Menurut hitung-hitungannya, bila Jokowi menjadi presiden dan menuntaskan masa jabatannya, Jokowi hanya bisa membangun 6 bendungan baru.

"Satu waduk ini tidak mungkin satu tahun selesai. Untuk membangun satu waduk baru butuh waktu rata-rata tiga tahun," kata Arif.

Tanggapan Pengusaha

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia (INSA), Carmelita Hartoto mengkritisi rencana tol laut yang digagas Calon Presiden nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) dan pasangannya Jusuf Kalla (JK).

Carmelita menyarankan Jokowi terlebih dahulu mengembangkan industri terutama di wilayah Timur Indonesia. Setelah itu baru membangun jaringan tol laut.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Infrastruktur Rachmat Gobel juga ikut angkat bicara.

"Tol Laut Jokowi, idenya bisa saya pahami. Masalahnya ada di cost (biaya) logistik itu. Kapal biasanya mesti ke sini dulu dan ke situ dulu, lalu bolak balik begitu," kata Gobel,

Gobel juga menanggapi kritis soal gagasan Indonesia punya mobil buatan Indonesia yang dijanjikan Prabowo. "Nggak bisa diimplementasikan (mobil nasional). Itu jauh," kata Gobel.

Salah satu hambatan pembangunan serta pengembangan mobil nasional di dalam negeri adalah karena aturan yang dibuat pemerintah. Contohnya tidak berkembangnya industri komponen otomatif di dalam negeri, karena lebih murah dan efisien impor. Padahal industri komponen adalah penopang utama industri otomotif. Hambatan lainnya adalah minimnya sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, serta proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini juga disebabkan regulasi yang pemerintah buat.

Terkait pembangunan waduk dalam jumlah banyak, Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PSPI) Arif Satria berpendapat, sulit bagi Jokowi untuk membangun 25 bendungan baru di Indonesia. Menurut hitung-hitungannya, bila Jokowi menjadi presiden dan menuntaskan masa jabatannya, Jokowi hanya bisa membangun 6 bendungan baru.

"Satu waduk ini tidak mungkin satu tahun selesai. Untuk membangun satu waduk baru butuh waktu rata-rata tiga tahun," kata Arif.
Halaman 2 dari 12
(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads