"Pemerintahan SBY ini meninggalkan bom waktu bagi siapa pun presiden yang nanti memimpin," ucap mantan Ketua Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) Anwar Nasution ditemui di Hotel Mandarin, Senin (23/6/2014).
Bom waktu yang dimaksud Anwar adalah membengkaknya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam APBN 2014, dan gaji pegawai negeri sipil (PNS) yang cukup besar. Kedua hal ini makin membebani keuangan negara.
"Itu bayangkan subsidi BBM yang Rp 400 triliun lebih itu, belum lagi belanja untuk gaji PNS besar sekali, sementara penerimaan tidak banyak masuk. Obama saja kalau dapat kondisi seperti ini kolaps, Amerika saja bisa kolaps," ungkapnya.
Anwar menyarankan, bagi siapa saja presiden nanti yang berkuasa, suka tidak suka harus menaikkan harga BBM subsidi untuk mengurangi beban keuangan negara.
"BBM subsidi harganya harus naik, jelas dong, itu hanya menguntungkan orang kayak kau! yang menikmati AC, punya mobil, coba kau lihat tukang rujak di jalan, apa dia nikmati subsidi BBM? Tidak kan," tutup Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini.
(rrd/dnl)











































