PT Hutama Karya (Persero) sedang mengkaji soal pendanaan proyek tol Trans Sumatera sepanjang sekitar 2.600 Km tanpa memakai uang negara atau APBN. Tahun ini dalam APBN-P 2014, pemerintah menganggarkan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 2 triliun untuk tol Trans Sumatera.
Direktur Pengembangan PT Hutama Karya Budi Rachmat Kurniawan menjelaskan pihaknya masih melakukan studi bisnis terhadap proyek tol tanpa atau dengan skema suntikan PMN. Hal ini merespons permintaan Menteri BUMN Dahlan Iskan, yang meminta Hutama karya tidak tergantung suntikan PMN di dalam menggarap Tol Trans Sumatera.
"Dengan permintaan Pak Menteri (Menteri BUMN Dahlan Iskan) kemarin kan tanpa PMN. Ini yang akan kita coba exercise tetapi saya belum bisa sharing caranya karena kita sedang kaji," kata Budi saat dijumpai di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (24/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hingga kini Hutama Karya juga masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) untuk menugaskan secara khusus kepada Hutama Karya. Perpres ini akan menjadi landasan hukum menggarap Tol Trans Sumatera.
"Tentunya kita menunggu Perpres karena kita tidak bisa mengerjakannya kalau tidak ada Perpres," ujarnya.
Budi menyebut tahap awal Hutama Karya masih membidik 4 ruas dari berbagai ruas yang ditawarkan. Ruas tersebut antara lain: Medan-Binjai dengan panjang 16,8 km, ruas Pekanbaru-Dumai dengan panjang 135 km, ruas Palembang-Inderalaya dengan panjang 22 km dan Bakauheni Lampung sampai Terbanggi Besar dengan panjang 150 km.
Dari 4 ruas tersebut, Hutama Karya menganggap ruas Bakauheuni Lampung-Terbanggi Besar sepanjang 150 km yang paling layak secara keekonomian. Namun proses pembebasan lahannya masih belum tuntas.
"Dari empat ruas itu yang paling feasible adalah Bakauheni-Terbanggi Besar karena lalu lintas ramai namun tanahnya belum bebas," tegasnya.
Saat ini pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk mempercepat pembangunan proyek Tol Sumatera.
Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, latar belakang atas kebutuhan pembangunan jalan tol ini antara lain untuk mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"RAPBN-P 2014 menganggarkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2 triliun yang dialokasikan untuk percepatan pembangunan jalan tol Trans Sumatera," kata Bambang.
Program pembangunan jalan tol ini direncanakan berlangsung sampai dengan 2025. Tol Trans Sumatera terdiri dari 23 ruas melewati 9 provinsi sepanjang 2.628 km dengan rincian koridor utama 1.833 km dan koridor pendukung 770 km serta ruas Batu Ampar-Muka Kuning-Bandara Hang Nadim 25 km.
(feb/hen)











































